BANJAR, LingkarJabar – Harga kebutuhan pokok melejit masyarakat di Kota Banjar menjerit. Kondisi saat ini yang dirasakan oleh warga masyarakat lantaran harga kebutuhan pokok melonjak di pasaran menjelang lebaran.
Harga bahan makanan, seperti beras, gula, dan minyak goreng, termasuk sayur – sayuran serta daging meningkat. Harga tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga H-1 jelang hari raya idul Fitri 1446 hijirah.
Kenaikan harga daging sapi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti meningkatnya permintaan beberapa kebutuhan pokok dari bumbu makanan, sayur mayur hingga daging ayam dan sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Untuk daging sapi melonjaknya harga di pasaran karena keterbatasan pasokan daging sapi di pasar, salah satunya Pasar tradisional kota Banjar, Jawa Barat.
Sri salah satu warga mengungkapkan, kenaikan harga kebutuhan pokok ini sangat memberatkan karena ia harus mempersiapkan diri untuk merayakan lebaran.
“Saya sangat kesulitan karena harga bahan makanan meningkat secara signifikan. Saya harus memotong pengeluaran lainnya untuk bisa membeli kebutuhan pokok,” ungkapnya kepada lingkarjabar, Mingggu 30 Maret 2025.
Sementara itu, Andri salah satu pedagang daging sapi di pasar tradisional yang juga mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok, ia juga kesulitan dengan melonjaknya harga daging sapi, keterbatasan suplai daging sapi ke pasar Banjar yang menjadi faktor melonjaknya harga daging sapi, sehingga ia mengikuti harga pembelian, termasuk menaikkan harga jual.
“Ya mau gimana lagi, kami memprediksi bahwa harga daging sapi akan terus meningkat hingga masa liburan kebaran,” kata Andri salah satu pedagang daging sapi di Kota Banjar
Berdasarkan data dari pasar tradisional di Kota Banjar, harga daging sapi lokal naik sekitar menjadi Rp140.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp125.000. Sementara itu, harga daging sapi impor juga mengalami kenaikan sekitar 5-10%.
Sementara untuk harga bahan pokok launya, berdasarkan data dari pasar tradisional di Kota Banjar, salah satunya harga cabai rawit. Untuk saat ini cabai rawit juga naik sekitar Rp65000, harga sebelumya Rp50.000, sedangkan untuk harga sayuran lainya, seperti tomat naik menjadi Rp8000, harga sebelumnya Rp5000, termasuk harga kebutuhan lainya.
“Cabai ada kenaikan 5000 per kilo nya, berat sih tapi kan kami butuh,” ucap Rohimah salah satu pengunjung pasar Banjar.
Kenaikan harga kebutuhan pokok H-1 menjelang lebaran diharapkan tidak akan mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan khidmat.
Warga masyarakat berharap bahwa pemerintah dapat melakukan tindakan yang lebih efektif untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok dan mengambil langkah-langkah untuk mengontrol harga sembako dan memastikan ketersediaan yang cukup.
“Saya berharap bahwa pemerintah dapat melakukan tindakan yang lebih efektif untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Kami tidak ingin merayakan Lebaran dengan beban yang berat,” harap Rohimah. (Joe)






