LingkarJabar – Pada hari jadi Kabupaten Bandung yang ke-384, tanggal 21 April kemarin, dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperkuat komitmen peningkatan pembangunan daerah. Diantaranya memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan Infrastruktur. Menurutnya, SDM merupakan pondasi utama di masa depan.
Pembangunan Sumber Daya Manusia memang merupakan aspek penting yang sangat dibutuhkan oleh suatu negara. Kualitas SDM suatu negara menentukan apakah negara tersebut dapat tumbuh menjadi negara maju atau justru tertinggal. Pembangunan SDM haruslah didasarkan pada landasan yang benar. Sebab jika pembangunan SDM tidak berdasarkan pada landasan yang benar, maka dapat dipastikan hasilnya pun tidak akan benar.
Seperti yang viral akhir-akhir ini, maraknya korupsi, kriminalitas, pelecehan seksual, dan kasus-kasus lainnya, tidak sedikit bahkan dilakukan oleh kalangan intelektual. Ini menjadi bukti bahwa negara telah gagal membangun Sumber Daya Manusia yang benar.
Sumber Daya Manusia yang unggul hanya dapat dicapai dengan penerapan syariat islam secara menyeluruh pada semua aspek kehidupan. Landasan akidah islam akan menjadi pondasi dalam cara berpikir dan bertindak seseorang.
Buktinya, saat islam diaplikasikan pada setiap lini kehidupan, islam mencapai zaman keemasannya (golden age).
Abad kesembilan sampai ketiga belas, pada masa kekhilafahan Abbasiyah, islam mengalami perkembangan yang signifikan. Baik dalam agama, kajian ilmiah, filsafat dan budaya. Perkembangan dunia islam kala itu bahkan sampai pada skala kedalaman yang belum pernah disaksikan dalam sejarah dunia baik sebelum maupun setelahnya. Kebangkitannya mencakup Spanyol sampai India. Hasilnya, ilmuan muslim meletakkan dasar bagi dunia ilmiah modern yang terasa hingga kini.
Bait Al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh khalifah Abbasiyah ketujuh, Al-Makmun. Merupakan Universitas, perpustakaan, laboratorium, lembaga penerjemah, semuanya dalam satu kampus. Bait Al-Hikmah telah melahirkan ilmuan-ilmuan hebat yang manfaatnya terasa hingga kini. Bait Al-Hikmah juga telah menyatukan para cendikiawan dari berbagai dunia baik muslim maupun non muslim.
Kebangkitan islam telah mendorong umat untuk merenungkan dunia di sekitar mereka. Semua ilmu pengetahuan yang dipelajari di dasarkan pada Al-Qur’an dan hadits Rasulullah. Landasannya adalah hukum-hukum syariat yang kokoh sehingga Sumber Daya Manusia yang dihasilkan adalah manusia-manusia unggul yang tidak hanya mementingkan ilmu dunia, namun juga untuk mencapai surga Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka ia menempuh jalan menuju surga.”
Selain dalam ilmu pendidikan, di masa kejayaan islam, kasus kriminal bisa dihitung oleh jari. Selain karena Sumber Daya Manusianya yang dibina berlandaskan akidah islam sehingga cara berfikir dan bersikapnya sesuai A\-Qur’an, hukum yang diterapkan pun adalah hukum-hukum yang sesuai dengan syariat Allah. Hakim (qadhi) dipilih karena integritasnya, tidak mudah disuap, serta tidak memandang status sosial. Semua yang bersalah di mata hukum, akan ditindak dengan adil sesuai dengan hukum syara yang berlaku. Para pejabat diawasi dengan ketat, sehingga tidak terjadi korupsi.
Dengan penerapan sitem islam secara menyeluruh pada semua aspek kehidupan, maka dapat dipastikan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul, siap memimpin negara dengan landasan akidah yang benar. Syariat islam bukan hanya seputar aturan ibadah saja, tetapi juga solusi bagi setiap masalah yang dihadapi bangsa ini.
Wallahu ta’ala a’lam
Penulis : Eulis Wida






