Opini  

Duh, Kasus Kekerasan Seksual oleh Dokter Terungkap

Ummu Fahhala (Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

LingkarJabar – Kasus pelecehan seksual oleh dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Padjadjaran yang bertugas di RS Bandung mengejutkan publik. Diberitakan bahwa pelaku, dalam kurun waktu kurang dari seminggu telah memperkosa tiga perempuan, dua di antaranya adalah keluarga pasien, dengan modus pemeriksaan darah crossmatch di ruang steril rumah sakit.

Lebih mencengangkan, pelaku diketahui sudah menikah dan memiliki riwayat kelainan seksual, namun tetap bisa melanjutkan pendidikan dan praktik kedokteran di rumah sakit pendidikan.

Fakta ini mengindikasikan kegagalan sistem dalam melakukan skrining moral dan psikologis terhadap calon dokter. Jumlah korban pun terus bertambah, memperkuat dugaan bahwa tindakan amoral ini bukan insiden tunggal, tetapi terjadi karena adanya celah dalam sistem.

Tragedi ini pun menjadi bukti nyata rusaknya moral generasi akibat sekulerisasi pendidikan. Ketika pendidikan, termasuk pendidikan kedokteran, dilepaskan dari nilai-nilai agama, maka orientasinya hanya pada aspek kognitif dan keterampilan teknis semata. Moral, etika, dan akhlak hanya menjadi pelengkap, bahkan sering dianggap tidak relevan.

Perlu perhatian serius dalam menjamin kualitas, integritas, dan akhlak tenaga medis. Pengawasan terhadap sistem pendidikan kedokteran tidak hanya berfokus pada standar akademik tetapi juga spiritual dan moral.

*Solusi Islam*

Dalam Islam, pendidikan bukan hanya untuk mencetak tenaga profesional, tetapi juga manusia bertakwa. Sistem pendidikan Islam menempatkan akidah sebagai dasar pembentukan karakter.

Pendidikan kedokteran dalam Islam tidak bisa dilepaskan dari sistem Islam yang menyeluruh, yakni mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan adab dan tanggung jawab syar’i.

Peradaban Islam dalam sejarahnya telah menerapkan sistem pendidikan yang melahirkan para dokter yang bukan hanya ahli medis, tetapi juga teladan moral dan penjaga kehormatan pasien. Mereka memahami bahwa profesi adalah amanah dari Allah SWT, bukan sekadar pekerjaan duniawi.

*Penutup*

Kasus ini harus menjadi refleksi mendalam bahwa solusi asasi adalah kembali pada sistem Islam yang menyeluruh, yang menjadikan akidah Islam sebagai fondasi pembentukan pribadi, termasuk dalam pendidikan kedokteran. Hanya dengan sistem Islam, kehormatan dan keselamatan masyarakat dapat terjamin, dan profesi mulia seperti dokter tidak lagi dinodai oleh individu predator yang rusak dan merusak.

Penulis Oleh: Ummu Fahhala

(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)