Berita  

Jalan TPU Dibangun dari Uang Warga, Realisasi Dukungan Pemkot Masih Dinanti

 

BANJAR,LingkarJabar – Warga Sumanding Wetan dan Dusun Pagak Pangasinan, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, berhasil membangun akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kali Lanang secara swadaya. Meski pembangunan tahap awal telah rampung, warga mengaku masih berharap adanya dukungan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan akses yang belum sepenuhnya selesai.

Dadang, warga Sumanding Wetan sekaligus pengurus TPU Kali Lanang, mengatakan pembangunan jalan yang saat ini telah terealisasi murni berasal dari gotong royong dan iuran masyarakat tanpa bantuan dari Pemerintah Kota Banjar.

“Kalau perjalanan yang sekarang dari pemerintah kota tidak ada. Tidak ada sama sekali. Pembangunan yang sekarang murni swadaya masyarakat,” ujar Dadang. Rabu (10/6/2026) kepada awak media.

Menurutnya, pembangunan akses tersebut dilakukan karena kebutuhan masyarakat yang mendesak. Kapasitas lahan pemakaman yang ada dinilai sudah semakin penuh, sehingga warga berinisiatif membuka dan membangun akses menuju area TPU.

Pembangunan melibatkan warga RW 16, 17, 22, 23, dan 24 di Lingkungan Sumanding Wetan, Kelurahan Mekarsari, walaupun lokasi TPU sendiri berada di Wilayah RW 12, Dusun Pagak Pangasinan, Desa Binangun. Dan melalui musyawarah, dibentuk panitia pembangunan yang menghimpun dana swadaya mmasyarakat dengan kontribusi sebesar Rp2 juta per RT.

“Konsepnya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Alhamdulillah warga sangat antusias. Material dan kebutuhan lainnya juga berasal dari masyarakat,” katanya.

Dadang menjelaskan, kebutuhan akses menuju TPU sebenarnya telah lama disampaikan kepada berbagai pihak. Bahkan pemerintah desa bersama lembaga kemasyarakatan disebut pernah melakukan upaya koordinasi terkait akses yang sebagian berada di wilayah Desa Binangun.

Ia juga mengaku, saat masa sosialisasi Pilkada, pihaknya pernah menyampaikan kebutuhan pembangunan akses makam kepada pasangan calon yang kini menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar.

“Kami tidak bermaksud menagih janji, tetapi warga masih mengingat adanya dukungan yang pernah disampaikan terhadap rencana pembangunan akses TPU Kali Lanang saat masa sosialisasi Pilkada. Karena tahap awal pembangunan rampung, pembiayaan dan pelaksanaannya masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian agar pembangunan ini bisa berlanjut,” kata Dadang.

Menurut Dadang, saat itu terdapat respons positif dan dukungan terhadap rencana pembangunan akses menuju TPU Kali Lanang. Namun hingga saat ini, pembangunan yang terealisasi di lapangan justru berasal dari swadaya masyarakat.

“Warga masih berharap apa yang dulu pernah disampaikan bisa direalisasikan. Walaupun pembangunan jalan ini sudah berjalan dan dianggap selesai tahap awal, masih ada pekerjaan yang belum tuntas,” ujarnya.

Saat ini, kata Dadang, akses jalan yang berhasil dibangun baru mencapai sekitar 165 meter. Sementara target keseluruhan mencapai sekitar 300 meter sehingga masih terdapat sekitar 140 meter jalan yang perlu disambungkan.

“Harapan kami, mungkin pemerintah kota bisa membantu untuk penyambungan jalan yang masih kurang sekitar 140 meter lagi. Itu yang masih menjadi PR bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana memberikan klarifikasi terkait pernyataan adanya janji bantuan pembangunan akses TPU tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada janji pembangunan yang disampaikan.

“Sebenarnya tidak ada janji. Saat itu ada yang menyampaikan terkait rencana pembukaan akses ke makam dengan membuat jalan atau gang. Kami merespons dengan mengajak bersama-sama gotong royong bersama warga,” ujar Supriana.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah masyarakat yang berhasil menemukan solusi melalui semangat kebersamaan dan swadaya.
“Sekarang alhamdulillah ada solusi baik. Mudah-mudahan jadi amal jariyah. Bismillah, mudah-mudahan ada rezekinya,” katanya.

Pembangunan akses TPU Kali Lanang kini telah dapat dimanfaatkan masyarakat. Namun warga berharap pembangunan tidak berhenti pada tahap yang sudah selesai, melainkan dapat berlanjut hingga akses menuju pemakaman benar-benar tersambung secara utuh.(Johan Wijaya)