Buku Pembiasaan PAI dan Media Pembelajaran Interaktif di Banjar Resmi Diluncurkan

Buku Pembiasaan PAI dan Media Pembelajaran Interaktif di Banjar Resmi Diluncurkan. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Wakil Wali Kota Banjar, H. Supriana, menghadiri kegiatan Launching Buku Pembiasaan Pendidikan Agama Islam (PAI), Media Pembelajaran Interaktif, serta Administrasi Guru PAI yang digelar di Gedung Dakwah, Jalan Kewadanaan, Kota Banjar, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, khususnya dalam menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada para penulis media pembelajaran interaktif dan administrasi guru PAI yang dinilai aktif berkontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana mengapresiasi inisiatif para guru dan pengembang pendidikan agama Islam yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa pembiasan PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.

“Pendidikan agama Islam harus mampu menjawab tantangan zaman. Kehadiran media pembelajaran interaktif ini diharapkan dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih menarik, efektif, dan mudah dipahami oleh siswa,” ujar Supriana.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjar mendukung penuh berbagai inovasi di bidang pendidikan, termasuk digitalisasi media pembelajaran, selama tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat.

Selain itu, Supriana juga mendorong para guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi, baik dalam penguasaan materi ajar maupun kemampuan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, panitia kegiatan menjelaskan bahwa media pembelajaran interaktif dan administrasi guru PAI yang diluncurkan merupakan hasil karya guru-guru PAI di Kota Banjar. Produk tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Pemberian penghargaan kepada para penulis menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas guru dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam. Diharapkan, langkah ini dapat memotivasi guru lainnya untuk terus berinovasi dan berkarya.

Kegiatan launching ditutup dengan penyerahan penghargaan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Banjar kepada para penulis, serta sesi foto bersama seluruh peserta. (Johan Wijaya)