PANGANDARAN, LingkarJabar – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran tengah mengkaji pelaksanaan sholat Jumat berjamaah bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama di lingkungan sekolah. Program ini menjadi bagian dari kebijakan Pendidikan Karakter Melesat yang sedang dikembangkan.
Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriyadi, mengatakan rencana tersebut belum final karena masih menunggu pembahasan terkait syarat sah pelaksanaan sholat Jumat, terutama menyangkut lokasi dan jumlah jamaah.
“Sholat Jumat itu memiliki ketentuan tertentu, seperti tempat dan jumlah jamaah. Ini masih kami bahas sebelum diterapkan,” kata Soleh usai diskusi di SMP Negeri 1 Parigi, Senin, 20 April 2026.
Menurut Soleh, kebijakan itu diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter siswa, khususnya dalam aspek kedisiplinan, religiusitas, dan tanggung jawab. Dalam skemanya, guru laki-laki akan mengawasi pelaksanaan sholat Jumat, sementara guru perempuan membimbing kegiatan keputrian.
Selain sholat Jumat, program Pendidikan Karakter Melesat mencakup sejumlah pembiasaan lain di sekolah. Di antaranya pelaksanaan upacara bendera setiap Senin sebagai upaya menanamkan nilai nasionalisme dan disiplin. Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, seluruh warga sekolah diwajibkan berdiri tegak.
Siswa juga dibiasakan melaksanakan sholat dhuha, menghafal surat pendek, serta memulai kegiatan belajar dengan doa. Pada waktu dzuhur, mereka diarahkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di sekolah.
Kegiatan kokurikuler seperti pramuka dijadwalkan pada Jumat dan Sabtu agar tidak berbenturan dengan aktivitas madrasah diniyah. Disdikpora juga tengah menyiapkan surat edaran terkait program Maghrib Mengaji yang akan melibatkan pemantauan dari guru dan wali murid.
“Pembinaan karakter tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat melalui kegiatan seperti Maghrib Mengaji,” ujar Soleh.
Ia mengakui terdapat kendala dalam rencana pelaksanaan sholat Jumat di sekolah, terutama keterbatasan jumlah guru laki-laki dibandingkan siswa. Meski demikian, Disdikpora menyatakan akan menjalankan program tersebut secara bertahap.
“Kami tetap akan menyesuaikan dengan ketentuan pelaksanaan sholat Jumat. Saat ini masih menunggu fatwa,” kata Soleh. (Agus Giantoro)






