Opini  

Teriakan yang Tak Bisa Dibungkam

Teriakan yang Tak Bisa Dibungkam.

LingkarJabar – Di sebuah ruang kelas yang sederhana, Adi menatap kosong ke papan tulis. Sejak demo besar Agustus lalu, hidupnya berubah. Ia masih berusia 16 tahun, namun namanya sudah masuk daftar tersangka. Ia tak pernah membayangkan, ikut menyuarakan kegelisahan bersama ribuan anak muda justru menyeretnya ke ruang interogasi.

“Aku hanya ingin bilang kalau kami tidak sanggup lagi diam,” ucapnya lirih kepada temannya, Bayu.
Bayu menatapnya tajam, “Tapi lihatlah, Di. Ada 295 anak seperti kita yang kini jadi tersangka. Seolah-olah suara kita dianggap ancaman. Padahal, bukankah ini negeri demokrasi?”

Fakta itu nyata. Salah satu media (26/9/2025) melaporkan bahwa Polri menetapkan 959 orang sebagai tersangka kerusuhan, termasuk 295 anak. Komnas HAM pun memperingatkan adanya potensi pelanggaran hak asasi manusia. Intimidasi, ancaman, dan proses penyidikan yang tidak ramah anak menjadi sorotan. Seolah, kesadaran politik generasi Z sedang “dikriminalisasi” secara sistematis.

Kesadaran politik anak muda seharusnya menjadi tanda sehatnya demokrasi. Tetapi, ketika kesadaran itu ditempeli stigma anarkis, bukankah ini bentuk pembungkaman?

Adi menghela napas panjang. “Kita hanya ingin perubahan. Kita ingin keadilan. Tapi kenapa semua itu dijawab dengan borgol?”

Pernyataan Adi seakan menggema. Para ahli pun bersuara. Komisioner KPAI, Ai Maryati Sholihah, menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya ditetapkan sebagai tersangka. Mereka korban dari situasi sosial, bukan aktor kriminal (26/9/2025). Sementara itu, peneliti HAM, Bagir Manan, menyebut tindakan ini berpotensi menutup ruang demokrasi dan mengabaikan prinsip perlindungan anak.

Maka jelas, garis besar persoalan ini bukan sekadar tentang kerusuhan. Ini tentang bagaimana generasi muda dipaksa bungkam agar tidak terlalu kritis pada penguasa.

Bayu menatap layar ponselnya, membaca komentar di media sosial. Banyak yang menyebut mereka “biang onar”. Ada pula yang mengatakan mereka hanya pion kepentingan politik.

“Apakah kita salah karena peduli?” tanyanya, setengah putus asa.

Adi menggeleng. “Tidak, Bay. Yang salah adalah sistem yang menutup telinga. Demokrasi yang katanya milik rakyat, nyatanya hanya berpihak pada suara yang sejalan. Suara yang berbeda? Dikriminalisasi.”

Di sinilah ideologi Islam menawarkan pandangan berbeda. Islam tidak menganggap kritik sebagai ancaman, melainkan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sebaik-baik jihad adalah mengucapkan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.” (HR. Abu Dawud).

Peka pada Realitas

Kita tidak bisa membiarkan remaja tumbuh dalam ketakutan. Mereka harus diasah kepekaannya, dibimbing untuk membaca realitas, dan diajak berdiskusi.

Di rumah sederhana, seorang ayah berkata kepada anaknya, “Nak, utang negara kita mencapai ribuan triliun. Tapi jangan hanya khawatir. Tugas kita adalah bertanya, apakah pengelolaannya adil? Apakah sesuai syariat? Dari situ, kita akan tahu harus berdiri di mana.”

Dialog-dialog sederhana ini melahirkan tradisi berpikir kritis. Jika dibiasakan, anak-anak akan terbiasa menilai fakta dengan kaca mata Islam. Mereka tidak sekadar mengikuti arus, tetapi belajar mengaitkan realitas dengan aturan Allah Swt.

Pembinaan Remaja Muslim

Kesadaran politik generasi Z tidak boleh dibiarkan liar, apalagi hanya meledak dalam bentuk anarkisme. Mereka butuh arah. Mereka butuh forum kajian Islam yang menuntun mereka.

Islam memberi standar jelas. Baik-buruk bukan ditentukan oleh suara mayoritas, tetapi oleh hukum Allah. Remaja muslim harus paham, bahwa sekularisme dan kapitalisme hanya melahirkan ketidakadilan. Hanya dengan Islam, politik kembali bermakna: mengurus umat sesuai syariat.

Islam: Solusi Hakiki

Pemuda adalah tonggak perubahan. Umar bin Khattab muda pernah menggetarkan dunia dengan keberaniannya. Ali bin Abi Thalib tumbuh menjadi pejuang Islam sejak belia. Mereka bukan sekadar pemberontak, melainkan pemuda yang terdidik dalam sistem Islam.

Dalam Islam, amar ma’ruf nahi munkar menjadi kewajiban. Mengoreksi penguasa adalah bukti cinta pada umat. Sistem Islam mendidik pemuda dengan aqidah Islam, sehingga kesadaran politik mereka tidak dibajak oleh emosi, melainkan diarahkan untuk mencari ridha Allah.

Allah Swt. berfirman:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96).

Suara yang Tak Bisa Dibungkam

Adi menatap ke luar jendela kelas. Ia tahu, jalan yang dipilihnya tidak mudah. Tetapi ia juga tahu, suara itu tak bisa selamanya dibungkam.

“Bay,” katanya dengan tegas, “mungkin hari ini kita dituduh anarkis. Tapi besok, sejarah akan mencatat, bahwa kita hanya ingin negeri ini adil. Dan Islam adalah jawabannya.”

Bayu tersenyum tipis. “Kalau begitu, kita harus terus belajar, terus berdiskusi, dan terus berani bersuara. Biar mereka sebut kita apa saja. Suara kita bukan sekadar teriakan. Suara kita adalah doa.”

Dan dari kelas sunyi itu, lahirlah tekad yang tak bisa dipenjara: tekad untuk melanjutkan perjuangan dengan Islam sebagai arah, bukan sekadar emosi sesaat.

Penulis : Ummu Fahhala, S. Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

IMGSTOCK

Hosting Gambar

Lucky Piggy Membawa Nuansa Peternakan Ceria ke Dalam Dunia Game Digital Modern

Madame Destiny Menghadirkan Dunia Ramalan dengan Sentuhan Misteri dalam Game Online

Jurassic Kingdom Mengajak Pengguna Menjelajahi Dunia Dinosaurus Lewat Layar Mobile

Vampire's Charm Mengangkat Kisah Makhluk Malam dalam Balutan Visual Fantasi Modern

Queen of Bounty Membawa Karakter Bajak Laut Wanita ke Tengah Tren Permainan Digital

Candy Burst Menghadirkan Dunia Manis dengan Animasi Warna-Warni yang Menarik Perhatian

Book of Tut Menghidupkan Misteri Makam Firaun dalam Tampilan Game Online Modern

Rise of Apollo Membawa Sosok Dewa Matahari ke Dunia Permainan Bertema Mitologi

Fortune Cat Memadukan Simbol Kucing Keberuntungan dengan Desain Game Bernuansa Asia

Pirate Gold Mengangkat Kisah Perburuan Harta Karun dalam Dunia Digital Penuh Petualangan

Dragon Legend Menghadirkan Cerita Naga Asia dengan Tampilan yang Semakin Dinamis

The Amazing Money Machine Membawa Nuansa Mesin Retro ke Dalam Perkembangan Game Online

Genie's 3 Wishes Mengadaptasi Cerita Jin dan Lampu Ajaib dalam Permainan Digital

Wild Fireworks Membawa Kemeriahan Festival Malam ke Dalam Tampilan Game Modern

Midas Golden Touch Mengangkat Legenda Raja Midas dengan Nuansa Emas yang Khas

Egypt's Book of Mystery Mengajak Pengguna Mengenal Simbol Mesir Kuno dalam Dunia Digital

Fortune Tiger dan Fortune Ox Menunjukkan Beragamnya Karakter Hewan dalam Game Mobile

Dari Bajak Laut hingga Dewa Yunani, Tema Petualangan Terus Berkembang dalam Game Online

Desain Karakter Menjadi Pembeda di Tengah Banyaknya Pilihan Game PG SOFT dan Pragmatic Play

Perubahan Visual Game Online Membuat Cerita Klasik Hadir dengan Tampilan Lebih Modern

Mahjong Wins 3 Menghadirkan Sentuhan Baru pada Permainan Bertema Mahjong di Era Digital

Fortune Panda Membawa Karakter Hewan Ikonik Asia ke Dalam Dunia Game Mobile Modern

Sweet Bonanza Dice Menghadirkan Konsep Dadu dengan Nuansa Permen yang Penuh Warna

Dragon Hatch 2 Mengembangkan Dunia Fantasi Naga dengan Tampilan yang Lebih Dinamis

Gates of Gatot Kaca Mengangkat Tokoh Pewayangan Indonesia dalam Balutan Game Digital

Wild West Duels Membawa Suasana Pertarungan Koboi ke Dalam Permainan Online Modern

Gem Saviour Sword Menggabungkan Kisah Petualangan dan Dunia Fantasi dalam Game Mobile

The Dog House Multihold Mengembangkan Tema Hewan Peliharaan dengan Fitur Permainan Baru

Treasures of Aztec 2 Membawa Nuansa Peradaban Kuno ke Dalam Pengalaman Game Digital

Dari Gatot Kaca hingga Fortune Panda, Karakter Budaya Membentuk Identitas Game Online

Game Online Semakin Memperhatikan Stabilitas Perangkat Saat Digunakan dalam Waktu Lama

Perubahan Cara Pengguna Menjelajahi Kategori Membawa Pengalaman Baru dalam Game Online

Game Online Mulai Menghadirkan Pengaturan Tampilan yang Lebih Sesuai dengan Kebiasaan Pengguna

Teknologi Pendinginan Smartphone Ikut Mendukung Kenyamanan Menikmati Game Online

Game Online Mengembangkan Sistem Rekomendasi untuk Mempermudah Pengguna Menemukan Permainan

Perkembangan Fitur Riwayat Aktivitas Membuat Pengalaman Game Online Lebih Terorganisasi

Game Online Semakin Memperhatikan Kebutuhan Pengguna dengan Koneksi Internet Terbatas

Desain Ikon dan Navigasi Membawa Pengaruh pada Kemudahan Mengakses Game Online

Game Online Mulai Menghadirkan Pengalaman yang Lebih Konsisten melalui Optimalisasi Sistem

Perubahan Kebiasaan Digital Mendorong Game Online Menawarkan Pilihan Akses yang Lebih Beragam

Mahjong Ways Jadi Contoh Perpaduan Budaya Tradisional dan Teknologi Game Modern

Gates of Olympus Menampilkan Dunia Para Dewa dengan Konsep Visual yang Khas

Fortune Dragon Mengangkat Simbol Naga dalam Permainan Digital Bertema Asia

Sweet Bonanza Memperlihatkan Cara Desain Warna Membangun Identitas Sebuah Game

Mahjong Ways 2 Hadirkan Pengalaman Visual Berbeda Lewat Animasi Simbol Emas

Aztec Gems Mengajak Pemain Mengenal Nuansa Peradaban Kuno dalam Game Digital

Fortune Tiger dan Tren Karakter Hewan yang Banyak Digunakan dalam Game Mobile

The Dog House Menghadirkan Tema Hewan Peliharaan dengan Animasi Penuh Warna

Dragon Hatch Menggabungkan Unsur Petualangan dan Fantasi dalam Satu Dunia Game

Dari Mahjong Ways hingga Starlight Princess, Desain Game Mobile Semakin Beragam