BANJAR, LingkarJabar – Insiden mogoknya satu unit kendaraan pemadam kebakaran saat menangani peristiwa kebakaran di Lingkungan Sidamukti, Kelurahan Muktisari, Kota Banjar, memicu kritik masyarakat terhadap kondisi fasilitas publik penanggulangan bencana yang dinilai tidak lagi optimal.
Kendaraan pemadam kebakaran mengalami gangguan teknis di tengah proses penanganan kebakaran, sehingga sempat menghambat upaya pemadaman di lokasi kejadian. Armada yang digunakan diketahui merupakan kendaraan lama yang telah berusia cukup tua.
Menanggapi insiden tersebut, salah seorang petugas pemadam kebakaran mengakui bahwa usia kendaraan memang menjadi salah satu faktor penyebab mogoknya unit di lapangan. Namun, ia menegaskan bahwa terdapat kendala teknis lain yang turut memicu gangguan operasional.
“Selain kondisi kendaraan yang memang sudah cukup tua, ada kendala teknis lain yang terjadi secara tiba-tiba saat di lapangan, sehingga unit tidak bisa beroperasi maksimal,” ujar salah seorang petugas pemadam kebakaran yang enggan disebutkan namanya. Sabtu (31/1/2026).
Petugas tersebut menambahkan, keterbatasan armada dan kondisi kendaraan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan, terutama saat menghadapi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Sementara itu, warga setempat menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai insiden mogoknya mobil pemadam kebakaran saat menjalankan tugas darurat mencerminkan lemahnya kesiapan fasilitas publik yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Sangat miris. Di saat kebakaran, mobil pemadam malah mogok. Ini menunjukkan fasilitas publik belum benar-benar siap. Padahal petugas sedang menjalankan tugas mulia menyelamatkan warga,” ujar Parno (45), warga setempat.
Menurut warga, kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah, khususnya dalam hal perawatan dan peremajaan armada pemadam kebakaran. Minimnya dukungan sarana dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah evaluasi maupun rencana pembaruan armada pemadam kebakaran. Namun masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar fasilitas publik penanggulangan bencana berada dalam kondisi layak dan siap digunakan setiap saat. (Johan Wijaya)






