Opini  

Gen-Z Bicara Perubahan, Potensi Besar Kebangkitan Umat

Reni Sumarni

LingkarJabar – Peristiwa yang terjadi di negara Nepal yaitu aksi demonterasi terjadi juga sebelumnya di beberapa negara seperti Indonesia, Iran, Amerika Serikat dan negara lainnya. Mulai dari masyarakat biasa, mahasiswa hingga pelajar pun ikut menyuarakan tuntutannya. Aksi protes akan kebijakan pemerintah yang zalim membuat masyarakat turun ke jalan meminta pemerintah mencabut kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Tekanan hidup yang berat membuat masyarakat harus melakukan tindakan protes kepada pemerintah agar menurunkan harga barang kebutuhan pokok, memperbaiki akses pendidikan, menindak tegas masalah korupsi, penyediaan lapangan pekerjaan dan lain sebagainya. Dunia maya pun ramai dengan kreativitas Gen-Z dengan membuat meme atau poster visual dan narasi digital tentang kondisi rakyat saat ini.

Aksi ini adalah wujud penolakan dan perlawanan para Gen-Z akan ketidakadilan penguasa pada rakyatnya, masyarakat termasuk Gen-Z di dalamnya masih berharap pada sistem demokrasi untuk merubah sistem yang memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Sistem demokrasi kapitalis hari ini hanya melahirkan para penguasa yang zalim, yang bisanya menghisap darah rakyat demi kekuasan dan materi. Dan inilah yang menjadi pemicu rakyat juga Gen-Z melakukan aksi demontrasi karena ingin perubahan dalam sistem demokrasi kepada arah yang lebih baik untuk seluruh rakyat.

Hanya saja aksi demonterasi yang dilakukan Gen-Z belum mendasar kepada arah perubahan yang benar, mereka hanya ingin didengar, bebas mengekspresikan keinginan mereka, dengan meyuarakan aspirasinya untuk melawan kebijakan penguasa zalim, hingga mempertaruhkan masa depan mereka demi memperjuangkan hak-hak rakyat, meskipun penuh dengan resiko. Reaksi spontan masyarakat, khususnya Gen-Z akibat dari sistem kapitalis yang membuat rakyat semakin tertekan, himpitan ekonomi yang sulit, ditambah para pejabat yang memperlihatkan kehidupan mewah, membuat rakyat semakin marah dan berujung anarkis.

Rakyat ataupun Gen-Z harusnya tau akar masalah yang terjadi saat ini, tidak lain dan tidak bukan akibat penerapan sistem kapitalis yang sudah rusak. Akan tetapi masih saja diterapkan di seluruh dunia tak terkecuali oleh negara besar di Asia, padahal pergolakan masa sudah terjadi dimana-mana. Inilah bukti nyata buruknya sistem kapitalis demokrasi.

Islam memandang masalah di masyrakat khususnya para Gen-Z yang menginginkan solusi mendasar paling utama yaitu, menghilangkan kezaliman sampai ke akar-akarnya, bukan hanya solusi pragmatis.

Disinilah Islam memberi solusi menuju perubahan yang hakiki dengan mencari akar masalahnya, yaitu sistem Demokrasi-Kapitalis yang harus diganti dengan penerapan sistem Islam melalui tahapan-tahapan dakwah seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena sejatinya fitrah manusia yang memiliki gharizah baqo yaitu naluri mempertahankan diri, seperti yang dilakukan Gen-Z saat ini.

Selain itu dalam struktur daulah Islam ada tempat untuk rakyat menyuarakan pendapatnya atau protes terhadap kebijakan pemerintah, lembaga tersebut dinamai Majelis Umat. Di sana rakyat boleh bersuara, tentunya sesuai dengan hukum syara. Itulah sistem pemerintahan Islam yang memfasilitasi rakyat untuk mengeluarkan aspirasinya, serta memberi masukan kepada penguasa apabila ada kebijakan yang zalim, karena itu bagian dari muhasabah lil hukam (koreksi penguasa). Seperti Firman Allah : “Serulah manusia ke jalan tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik”. (Q.S An Nahl : 125). Jelaslah di sini bahwa rakyat boleh mengkoreksi penguasa apabila mereka melakukan kemaksiatan.

Pentingnya mengarahkan para pemuda kepada perjuangan yang benar, yang diatur oleh Islam untuk menghapus kezaliman dan menuju kebangkitan umat, dimulai dengan dakwah pemikiran khususnya kepada para Gen-Z, menumbuhkan kesadaran akan adanya politik dalam Islam bahwasanya, aksi demonterasi ini boleh-boleh saja asal dilakukan tanpa kekerasan, karena itu hanya akan merusak pemikiran umat dan tidak mencerminkan keimanan seorang muslim, apalagi merusak fasilitas umum jelas itu tidak dibenarkan dalam Islam.

Para pemuda adalah tonggak perubahan yang berpotensi menuju arah kabangkitan umat tentunya yang sesuai tuntunan syariat. Sejatinya, generasi muda saat ini mudah terbawa arus akan pemikiran dan pemahaman yang salah, untuk itulah tahapan dakwah Tasqif (pembinaan), Tafa’ul Ma’al Ummah (interaksi ke masyarakat) dan yang terakhir Istilamul Hukmi (penyerahan kekuasaan).

Tahapan inilah yang membawa kepada perubahan sistemik juga sesuai dengan fikrah dan thariqah yang diemban Rasulullah SAW. Karena potensi pemuda menjadi kekuatan dan garda terdepan dalam perjuangan, sebagaimana generasi para sahabat yaitu Mus,ab bin Umair, Saad bin Abi Waqas, Ali bin Abi Thalib dan para pemuda lainnya yang hidup pada masa Rasulullah berjuang bersama-sama beliau, mereka adalah teladan untuk Gen-Z atau pemuda saat ini, yang menjadi ujung tombak dalam dakwah, karena sudah dibuktikan dalam sejarah bahwasanya, Islam menjadi peradaban gemilang di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Wallahu a’lam bishshawab