BANJAR, LingkarJabar – SMAN 1 Banjar kembali menggelar Education Fair Campus (EFC) untuk keempat kalinya. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Jalan KH Mustofa No.1, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Rabu (28/1/2026), menjadi wadah strategis bagi siswa kelas XII untuk mengenal dunia perguruan tinggi secara lebih dekat.
Kepala SMAN 1 Banjar, Drs. Bambang Sukarsono, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil inisiatif para alumni yang memiliki kepedulian terhadap masa depan adik-adik kelasnya.
“Education Fair Campus ini sudah memasuki pelaksanaan yang keempat. Kegiatan ini merupakan inisiatif para alumni yang memiliki dedikasi dan kepedulian untuk memotivasi adik-adiknya agar siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujar Bambang.
Menurutnya, EFC memiliki peran penting karena membuka ruang komunikasi langsung antara siswa dan pihak perguruan tinggi. Selama ini, informasi mengenai kampus dan jurusan lebih banyak diperoleh siswa melalui media sosial.
“Melalui kegiatan ini, siswa bisa bertanya langsung kepada perguruan tinggi. Mereka bisa mengetahui seperti apa jurusannya, bagaimana sistem perkuliahan, hingga menyesuaikan pilihan dengan minat dan kemampuan mereka,” katanya.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 36 perguruan tinggi turut ambil bagian. Untuk memaksimalkan interaksi, kegiatan dibagi ke dalam dua hari pelaksanaan. Kampus yang hadir pun tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga dari luar daerah.
Pelaksanaan Education Fair Campus dinilai semakin relevan karena bertepatan dengan tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Saat ini, SMAN 1 Banjar memiliki 426 siswa kelas XII yang tengah bersiap menentukan pilihan pendidikan lanjutan.
“Momentum ini sangat tepat karena sedang berlangsung proses seleksi jalur prestasi. Kami berharap siswa tidak bingung dalam menentukan pilihan jurusan maupun perguruan tinggi,” jelas Bambang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni dan seluruh perguruan tinggi yang telah berkontribusi, termasuk Universitas Banjar yang turut memfasilitasi kegiatan tersebut.
Terkait data lulusan, Bambang mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan Bimbingan Konseling (BK), lebih dari 90 persen siswa SMAN 1 Banjar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, masih terdapat kendala dalam pendataan lulusan secara menyeluruh.
“Masih ada lulusan yang tidak melaporkan pilihannya ke sekolah, terutama yang masuk perguruan tinggi swasta atau langsung bekerja. Ini menjadi tantangan kami ke depan,” ungkapnya.
Ke depan, SMAN 1 Banjar juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Tenaga Kerja, guna memberikan alternatif informasi bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (Johan Wijaya)






