BANJAR, LingkarJabar – Kecepatan respons Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar kembali menjadi sorotan positif dalam penanganan kebakaran yang terjadi di Lingkungan Sidamukti RT 02 RW 05, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut berhasil ditangani secara cepat dan terukur, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun meluasnya dampak kebakaran.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga setempat, Mia Manggarani (57). Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkar Kota Banjar segera mengerahkan dua unit armada pemadam ke lokasi kejadian sebagai bagian dari prosedur standar penanganan kedaruratan bencana kebakaran.
Kepala UPTD Penanggulangan Kebakaran Kota Banjar, Aam Amijaya, melalui Komandan Regu Damkar Roni Supriadi, menegaskan bahwa kecepatan penanganan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman menggunakan dua armada. Alhamdulillah api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan membahayakan warga sekitar,” ujar Roni Supriadi.
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan Damkar tidak hanya tercermin dari kesiapan armada, tetapi juga dari koordinasi lintas sektor yang berjalan efektif. Dalam kejadian tersebut, Damkar Regu C bersinergi dengan BPBD Kota Banjar, Polsek Langensari, Koramil Langensari, PMI, Polres Kota Banjar, serta dibantu partisipasi aktif masyarakat setempat.
Kolaborasi tersebut menunjukkan sistem penanggulangan bencana daerah berjalan sesuai dengan rencana kontinjensi, di mana setiap unsur memiliki peran dalam memastikan keselamatan warga dan stabilitas lingkungan pascakejadian.
Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Penyebab kebakaran masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan kajian di lapangan.
Lebih lanjut, Aam Amijaya melalui Roni Supriadi mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana kebakaran. Warga diminta untuk rutin memeriksa instalasi listrik, peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan api, serta meningkatkan kesadaran terhadap bahaya kebakaran, terutama pada waktu dini hari.
“Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat. Laporan cepat dari warga sangat membantu kami dalam melakukan penanganan secara optimal,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi gambaran penting bahwa kesiapan sumber daya, kecepatan respons, dan sinergi lintas sektor merupakan fondasi utama dalam membangun ketangguhan daerah terhadap potensi bencana kebakaran. (Johan Wijaya)






