Berita  

Dugaan Izin Belum Jelas, Pembangunan Pabrik PT KINO di Sukabumi Tuai Protes Warga

SUKABUMI, LingkarJabar – Masyarakat Sukabumi kembali menyoroti aktivitas pembangunan pabrik baru milik PT KINO, sebuah perusahaan yang sebelumnya sempat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dengan alasan efisiensi. Kini, tanpa banyak pemberitahuan, perusahaan tersebut diketahui tengah mengembangkan pabrik baru yang dikabarkan bergerak di bidang makanan atau roti.

Kekhawatiran warga pun mencuat, terutama soal legalitas pembangunan tersebut. Warga setempat, khususnya dari RT 04, mengaku belum mengetahui adanya izin lingkungan terbaru yang dikeluarkan. Meski demikian, pihak perusahaan disebut telah mengajukan izin kebisingan hanya kepada RT setempat dengan memberikan kompensasi sebesar Rp 3,5 juta.

“Tidak ada manfaat yang kami rasakan dari pembangunan ini. Sudah sering terjadi. Setelah PHK massal, delapan bulan kemudian muncul produk baru, dan hanya merekrut karyawan harian lepas. Bahkan untuk posisi OB pun harus lulusan SMA. Yang diterima hanya segelintir dari RT sini,” ungkap seorang warga.

Polemik semakin menguat setelah diketahui bahwa pembangunan gedung tiga lantai oleh PT KINO juga belum mendapatkan kejelasan soal izin PBG, SKRK, serta dokumen perizinan lingkungan lainnya. Saat dimintai keterangan, Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Sukabumi enggan memberikan tanggapan, seolah tutup mata terhadap persoalan yang ada.

Iwan, Ketua Harian Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Daerah (AMPAD), menyayangkan sikap aparat pemerintah yang terkesan diam. “Jika memang benar PT KINO belum mengantongi izin lengkap, seharusnya pihak Satpol PP bertindak. Jangan biarkan mereka melanjutkan pembangunan tanpa kepastian legalitas. Penegakan perda jangan tebang pilih,” tegasnya.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pembangunan tersebut demi kepastian hukum dan keadilan bagi warga sekitar.

Upaya konfirmasi telah dilakukan media kepada pihak PT KINO pada minggu lalu. Namun, manajemen perusahaan terkesan menghindar. Menurut keterangan dari petugas keamanan, pihak manajemen termasuk Hary tidak bisa dijumpai karena sedang rapat dan hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.