BANJAR, LingkarJabar – Jam istirahat di sejumlah sekolah di Kota Banjar, terasa berbeda dari biasanya. Aroma rempah-rempah khas Bali yang mengepul dari kotak makan para siswa sukses mengundang rasa penasaran. Bukan sedang berwisata ke Pulau Dewata, melainkan karena menu Makan Bergizi Gratis (MBG) hari itu menghadirkan Ayam Betutu khas Bali.
Inovasi yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Ayu, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, ini menghadirkan pengalaman baru bagi 1.748 siswa penerima manfaat program MBG. Melalui makanan yang disajikan, para pelajar diajak mengenal keberagaman budaya Indonesia dari meja makan sekolah.
Di tengah dominasi menu yang umum ditemui sehari-hari, kehadiran Ayam Betutu menjadi daya tarik tersendiri. Rempah khas Bali yang kaya rasa tetap dipertahankan, namun tingkat kepedasannya disesuaikan agar ramah di lidah anak-anak.
Chef SPPG Karya Ayu, Inggit Srihani, mengatakan menu tersebut sengaja dipilih sebagai bagian dari upaya mengenalkan kuliner Nusantara kepada generasi muda.
“Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga belajar mengenal makanan khas daerah lain di Indonesia. Ayam Betutu dipilih karena kaya protein dan memiliki nilai budaya yang kuat,” ujarnya.Senin (15/6/2026).
Menurutnya, konsep “Makan Bergizi Nusantara” akan terus dikembangkan dengan menghadirkan berbagai menu tradisional dari daerah lain secara bergantian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai kekayaan kuliner nasional.
Program ini dinilai memiliki nilai lebih dibanding sekadar pemenuhan kebutuhan gizi. Setiap menu yang disajikan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan tentang keberagaman Indonesia. Dari satu piring makanan, anak-anak dapat mengenal budaya, cita rasa, hingga tradisi daerah yang berbeda.
Respons positif pun datang dari para siswa. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali mencicipi Ayam Betutu. Nia dan Adam, misalnya, mengaku menyukai rasa gurih dan aroma rempah yang khas.
“Enak, gurih, dan beda dari biasanya. Jadi ingin tahu makanan khas daerah lain juga,” kata mereka.
Apresiasi juga disampaikan Kader Posyandu Melati 2, Siti Nurjanah. Menurutnya, inovasi menu seperti ini mampu meningkatkan selera makan anak sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan kuliner Indonesia.
“Anak-anak jadi tahu bahwa Indonesia punya banyak makanan khas yang unik. Ini cara yang menarik untuk mengenalkan budaya sejak dini,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, SPPG Karya Ayu tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga menjadikan ruang makan sekolah sebagai jendela untuk mengenal Nusantara. Dari Kota Banjar, perjalanan mengenal Indonesia ternyata bisa dimulai dari satu suapan Ayam Betutu. (Johan Wijaya)






