BANJAR, LingkarJabar – Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Langensari menggelar Kirab Tarhib Muharam 1448 Hijriah/2026 Masehi sebagai bagian dari rangkaian penyambutan Tahun Baru Islam. Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diikuti sekitar 4.200 peserta dari berbagai unsur organisasi keagamaan, pemerintahan, dan masyarakat umum se-Kecamatan Langensari, kota Banjar, Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Syekh KH Muhammad Sanusi, salah satu tokoh ulama Kota Banjar yang dikenal memiliki peran besar dalam syiar Islam di wilayah tersebut. Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama sekaligus pengingat bagi generasi muda akan pentingnya meneladani perjuangan mereka.
Selanjutnya, peserta mengikuti pawai atau kirab Muharam yang dimulai dari Pondok Pesantren Assanusiyah Pasirlening, Langensari.
Rombongan kemudian melintasi sejumlah wilayah, di antaranya Desa Waringinsari, Desa Langensari, Kelurahan Muktisari, Desa Rejasari, Kelurahan Bojongkantong, hingga Desa Kujangsari.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam para masyayikh Pondok Pesantren Al-Azhar Citangkolo yang dikenal sebagai tokoh-tokoh ulama Nahdlatul Ulama di Jawa Barat. Kirab kemudian berakhir di Kantor Sekretariat Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Langensari yang menjadi lokasi penutupan acara, sekaligus pembagian hadiah lomba dan doorprize bagi peserta.
Acara pembukaan dihadiri Camat Langensari Rina Purnamasari, Kepala KUA Langensari Abror Mutaslim, serta Ketua MWC NU Kecamatan Langensari Muhammad Ihsan Hanafi bersama jajaran pengurus NU dan tokoh masyarakat.
Peserta kegiatan terdiri dari pengurus NU, Muslimat NU, GP Ansor, Banser, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, unsur kecamatan, kepala desa, serta masyarakat umum. Panitia mencatat sebanyak 100 mobil dan 150 sepeda motor turut meramaikan kirab yang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan.
Ketua MWC NU Kecamatan Langensari, Gus Muhammad Ihsan Hanafi, M.Pd, mengatakan Kirab Tarhib Muharam merupakan momentum penting untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat hadir dengan penuh semangat. Ini menunjukkan bahwa tradisi menyambut Tahun Baru Islam masih hidup dan menjadi sarana mempererat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, rangkaian ziarah ke makam para ulama sengaja menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut karena memiliki nilai edukasi dan spiritual yang kuat.
“Kami ingin generasi muda mengenal dan meneladani perjuangan para ulama. Kirab ini bukan sekadar pawai, tetapi juga mengandung nilai edukasi, spiritualitas, dan kecintaan kepada para masyayikh yang telah mewariskan ilmu serta perjuangan bagi umat,” katanya.
Ia menambahkan, antusiasme peserta yang mencapai sekitar 4.200 orang menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan warga Nahdliyin dan masyarakat Langensari dalam menjaga tradisi keislaman yang moderat, damai, dan penuh persaudaraan.
“Harapan kami, momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini menjadi awal untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh komitmen dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KBNU Kecamatan Langensari berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meneladani perjuangan para ulama, serta meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat.(Johan Wijaya)






