Berita  

Diduga Ganggu Istri Orang, Oknum Staf Kelurahan Gunung Batu Terancam Dilaporkan ke Polisi

Diduga Ganggu Istri Orang, Oknum Staf Kelurahan Gunung Batu Terancam Dilaporkan ke Polisi. Foto: Ilustrasi/LJ

BOGOR, LingkarJabar Seorang oknum staf Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap seorang wanita berinisial HN yang diketahui telah bersuami. Dugaan tersebut diungkap langsung oleh sang suami, SKR, yang mengaku akan melaporkan perbuatan tersebut ke pihak berwajib.

Kepada media lingkarjabar.com, SKR menyatakan bahwa istrinya merasa tidak nyaman akibat komunikasi yang dilakukan oleh oknum staf kelurahan berinisial JY. Meski sempat diklarifikasi dan telah ada pengakuan serta permintaan maaf dari JY, SKR menegaskan akan tetap membawa kasus ini ke jalur hukum.

“Benar, istri saya diganggu oleh oknum staf kelurahan. Saya sudah temui yang bersangkutan dan dia mengakui perbuatannya. Meski sudah minta maaf, saya akan tetap melaporkan karena ini menyangkut harga diri. Negara ini adalah negara hukum,” ujar SKR saat ditemui, Jumat 25 Juli 2025.

SKR menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula saat pihak keluarga HN meminta bantuan untuk pengurusan perpindahan sekolah. Lurah Gunung Batu kemudian menugaskan JY untuk membantu pengurusan administrasi tersebut. Komunikasi antara JY dan HN pun terjalin melalui aplikasi WhatsApp.

Namun, dalam beberapa pesan yang dikirim JY, terdapat kata-kata yang dianggap tidak pantas oleh HN, seperti sapaan “sayang” serta intensitas komunikasi yang dinilai berlebihan. Padahal, HN telah menegaskan sejak awal bahwa dirinya sudah bersuami.

HN kemudian melaporkan hal tersebut kepada suaminya, yang lantas menghubungi dan menemui JY. Dalam pertemuan itu, JY mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, SKR menilai permintaan maaf saja tidak cukup.

“Permohonan maaf tidak cukup, karena saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang pada orang lain. Harus ada efek jera,” tegas SKR.

Sementara itu, Lurah Gunung Batu, Kartini Wulandari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

“Atas nama pribadi dan selaku pimpinan, saya mohon maaf. Awalnya saya hanya berniat membantu warga dalam urusan perpindahan sekolah. Saya memang yang menugaskan staf untuk mengurus dokumen ke wilayah Cigombong. Tapi komunikasi lanjutan yang terjadi di luar sepengetahuan saya,” ujar Kartini.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memediasi pertemuan antara SKR dan JY, dan yang bersangkutan telah meminta maaf secara langsung.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari JY terkait dugaan pelanggaran etika tersebut. Pihak keluarga korban masih menunggu proses lebih lanjut dari penegak hukum. (diee/red)