Berita  

Pembersihan Mesin Berujung Maut, Pekerja Muda Meninggal di PT APL Banjar

 

BANJAR, Lingkar Jabar – Insiden kerja yang menewaskan seorang pekerja muda di lingkungan PT Albasi Priangan Lestari (APL), Kota Banjar, Sabtu (13/6/2026) malam, kembali menyoroti pentingnya penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri.

Korban diketahui bernama Nanda Kiki (18), warga Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 

Korban meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat kegiatan pembersihan dan perawatan mesin glue yang digunakan dalam proses produksi.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian, korban bersama seorang rekan kerja tengah melakukan pembersihan mesin. Namun, proses tersebut berakhir tragis ketika korban mengalami kecelakaan yang mengakibatkan luka serius.

 

Koordinator Conveyor PT APL, Jajang Nuryaman, mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat insiden terjadi karena sedang mengikuti briefing. Ia mengaku baru mengetahui kejadian setelah mendapat informasi dari pekerja lain.

 

“Saya sedang briefing saat kejadian. Jadi belum mengetahui secara rinci bagaimana kronologinya. Informasi awal yang saya terima, korban mengalami kecelakaan saat proses pembersihan mesin,” ujarnya.

 

Menurut Jajang, korban tidak bekerja sendiri. Sejumlah pekerja lain berada di sekitar area kerja dan segera memberikan pertolongan setelah mengetahui adanya insiden tersebut.

Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka yang dialaminya.

 

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan. Proses pendalaman masih berlangsung untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum insiden tersebut.

 

Pihak perusahaan juga belum menyampaikan keterangan resmi terkait hasil investigasi internal maupun langkah yang akan ditempuh setelah kejadian tersebut. Karena itu, belum dapat disimpulkan adanya kelalaian atau faktor tertentu sebagai penyebab utama kecelakaan.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas perawatan, servis, maupun pembersihan mesin produksi memiliki tingkat risiko tinggi sehingga memerlukan penerapan prosedur keselamatan secara ketat dan konsisten.

 

Sementara itu, aparat terkait diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta yang melatarbelakangi insiden tersebut sehingga dapat memberikan gambaran yang utuh serta menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Hingga berita ini diturunkan, proses penelusuran masih berlangsung. (Johan Wijaya)