LingkarJabar – Pendidikan selama 12 tahun bisa didapatkan oleh semua anak telah menjadi target Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, akan menjadi tantangan besar ketika di lapangan menunjukkan fakta bahwa masih banyak anak di Jawa Barat yang tidak sekolah, yakni sekitar 658.931 orang, terdiri dari anak-anak yang belum pernah sekolah sekitar 295.530, 198.570 lulus namun tidak melanjutkan, dan 164.631 anak drop out.
Program Sekolah Rakyat lahir dengan semangat menyelamatkan anak supaya bisa bersekolah, Dalam implementasinya perlu kesiapan yang matang dalam rangka memberi solusi yang lebih adil dan menyeluruh dalam pendidikan.
Pendidikan bertujuan untuk memanusiakan manusia, jangan sampai ditempatkan dalam kerangka ekonomi atau materi. Anak juga merupakan amanah yang harus dididik secara berkelanjutan, tidak dipandang sebagai angka investasi untuk masa depan.
Dr. Yusuf Al-Qaradawi pernah berkata, “Kapitalisme menjadikan manusia hanya berorientasi materi. Pendidikan pun akhirnya tunduk pada logika pasar, bukan nilai kemanusiaan.”
Pendidikan dalam Pandangan Islam
Islam memandang pendidikan sebagai hak dasar setiap manusia. Negara bertanggung jawab penuh menyediakannya secara gratis dan merata.
Betapa pentingnya ilmu dalam Islam. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11, “…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…”
Rasulullah Saw. bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan.” (HR. Ibnu Majah).
Islam tidak memandang status ekonomi atau latar belakang sosial. Semua berhak mengakses pendidikan tanpa hambatan.
Sistem Pendidikan Islam: Terpadu dan Terjamin
Pemenuhan semua kebutuhan pendidikan dijamin negara. Mulai dari pembangunan sekolah, penyediaan buku, sarana, hingga kesejahteraan guru. Semua dikelola dalam kerangka akidah Islam, bukan kepentingan politik atau ekonomi.
Tidak ada ruang bagi sekolah-sekolah yang digusur atau siswa yang terabaikan. Negara bertindak sebagai pelayan rakyat, bukan pebisnis. Pendidikan bukan proyek, melainkan amanah.
Teladan Sejarah: Sekolah Gratis pada Masa Keemasan Islam
Pada masa Rasulullah Saw. dan para sahabat, pendidikan gratis dan terbuka untuk semua. Rasulullah Saw. menjadikan tebusan bagi para tawanan Perang Badar dengan mengajarkan masyarakat untuk membaca dan menulis. Umar bin Khattab menggaji guru dari Baitul Mal dengan angka yang fantastis, sebesar 15 dinar per bulan setara dengan Rp. 70–80 juta per bulan dalam nilai emas hari ini. Di era Abbasiyah, berdiri Baitul Hikmah dan madrasah-madrasah gratis, terbuka untuk semua kalangan, termasuk non-Muslim.
Pendidikan bukan sekadar proyek politik atau target statistik. Ia adalah hak dasar manusia yang harus dijamin oleh negara. Islam hadir dengan solusi menyeluruh dan terbukti sukses dalam sejarah.
Penulis : Ummu Fahhala, S.Pd.
(Praktisi Pendidikan dan Pegiat Literasi)






