BANJAR, LingkarJabar — Upaya memperkuat budaya literasi dikalangan generasi muda terus digencarkan. Salah satunya melalui audiensi yang dilakukan Perwakilan Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Cabang Kota Banjar dengan Pemerintah Kota Banjar di Pendopo Kantor Wali Kota Banjar, Jumat (17/4/2026)
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Banjar, Sudarsono, bersama Wakil Wali Kota. Dari pihak PBN, hadir Ketua PBN Kota Banjar Dr. Ogi Lesmana, Pembina PBN H. Ahmad Fikri Firdaus, SE, MM, serta jajaran pengurus inti.
Dalam pertemuan itu, PBN menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi yang lebih luas melalui program “Pojok Baca”. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren dan ruang-ruang publik.
Ketua PBN Kota Banjar, Dr. Ogi Lesmana, menyampaikan bahwa gerakan Pojok Baca bukan sekadar penyediaan buku, tetapi bagian dari upaya membangun budaya baca yang berkelanjutan.
“Pojok Baca ini kami rancang sebagai ruang tumbuhnya minat baca sekaligus pembentukan karakter generasi muda, berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa PBN Kota Banjar tengah mempersiapkan peluncuran resmi yang dijadwalkan pada 25 April 2026 mendatang, sebagai langkah awal memperluas gerakan literasi berbasis komunitas.
Pojok Baca Nahdliyin sendiri merupakan inisiatif perpustakaan mini yang dikembangkan secara partisipatif. Koleksi bukunya beragam, mulai dari literatur keagamaan, buku pengetahuan umum, cerita anak, hingga kamus. Penempatannya fleksibel, bisa di sudut kelas, lingkungan pesantren, maupun ruang publik desa dan instansi.
Selain itu, gerakan ini mengedepankan semangat gotong royong melalui pengumpulan buku secara mandiri oleh masyarakat dan aktivis literasi. Dengan pendekatan tersebut, PBN berharap mampu menjawab tantangan rendahnya minat baca sekaligus menciptakan ruang diskusi yang sehat di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Banjar, Sudarsono, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai program Pojok Baca sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kami mendukung penuh program ini dan akan mengoordinasikan dengan instansi terkait agar implementasinya bisa berjalan optimal di lapangan,” kata Sudarsono.
Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas dalam memperkuat budaya literasi. Diharapkan, kolaborasi ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta semangat kebangsaan. (Johan Wijaya)






