Berita  

KCD Wilayah XIII Akan Perketat Pengawasan Peserta Didik Buntut Kasus Rudapaksa di Banjar

KCD Wilayah XIII Akan Perketat Pengawasan Peserta Didik Buntut Kasus Rudapaksa di Banjar. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar — Kasus rudapaksa yang menimpa seorang siswi berinisial Bunga (nama samaran) oleh enam remaja yang masih berstatus peserta didik di salah satu sekolah di Kota Banjar menjadi perhatian serius pihak Dinas Pendidikan. Korban sendiri diketahui masih duduk di bangku kelas X di sekolah yang sama dengan para pelaku.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah XIII, Dwi Yanti Estrinigrum, S.Sos., M.Pd, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu proses administrasi dan persyaratan terkait penanganan kasus tersebut.

“Belum, ya. Kemarin masih menunggu proses persyaratannya dulu. Yang jelas keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tentunya menjadi koreksi bagi keluarga, terutama dalam hal pengawasan kepada anak,” ujar Dwi Yanti.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah dan KCD akan memperketat pengawasan terhadap peserta didik, terutama melalui guru Bimbingan Konseling (BK).

“Harapannya, mudah-mudahan ini yang terakhir, jangan ada lagi kejadian seperti itu. Khususnya bagi para pelaku yang masih di bawah umur. Kami akan segera memberikan pengawasan ekstra ketat melalui guru BK,” katanya.

Dwi Yanti juga menyoroti faktor pergaulan bebas dan pengaruh negatif dari penggunaan gadget serta minuman keras yang mulai marak di kalangan remaja.

“Sekarang pergaulan lewat gadget luar biasa. Saya malah kaget ada anak-anak yang sudah mengenal minuman keras. Mudah-mudahan pihak terkait bisa menekan peredaran minuman keras di Kota Banjar maupun wilayah KCD XIII, karena dampaknya bisa memicu berbagai tindak kejahatan,” tegasnya.

Ketika ditanya mengenai identitas sekolah para pelaku dan korban, Dwi Yanti menolak menyebutkan nama sekolah demi menjaga privasi.

“Untuk korban dan pelaku masih satu sekolah, tapi kami tidak bisa menyebutkan nama sekolahnya. Yang jelas, semuanya berasal dari satu sekolah di Kota Banjar,” pungkasnya. (Johan Wijaya)