BANJAR, LingkarJabar – Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi turut meramaikan lomba memacing dalam memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) tahun 2025 yang bertempat di Pemancingan Simpoermas, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Minggu 27 April 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi buruh dan pekerja dalam pembangunan masyarakat, khususnya Kota Banjar, Jawa Barat.
Turnamen memancing di selenggarakan oleh tiga serikat buruh yang ada di kota Banjar yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Serikat Buruh Muslim Indonesia (SABURMUSI) dan Forum Solidaritas Buruh (FSB) yang berkelaborasi degan polres Banjar.
Turnamen mancing ini menjadi momen yang tepat bagi Kapolres Banjar untuk bersilaturahmi dengan masyarakat, khususnya buruh dan pekerja. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
“Lomba memancing ini sebuah moment yang tepat untuk bersilaturahmi dengan masyarakat juga para pekerja, untuk mempererat hubungan antar masyarakat, pekerja juga kepolisian,”ujar Kapolres AKBP Tyas Puji Rahadi kepada awak media.
Dalam peringatan Hari Buruh Internasional, Kapolres Banjar menekankan pentingnya menghargai kontribusi buruh dan pekerja dalam pembangunan masyarakat.
“Buruh dan pekerja memiliki peran penting dalam memajukan masyarakat, dan kita harus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” katanya.
Turnamen mancing ini diharapkan dapat menjadi kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat dapat menikmati waktu luang dan bersosialisasi dengan orang lain. Tidak hanya lomba memancing klaborasi anatar serikat buruh dan Polres juga memiliki beberapa rangkaian kegiatan diantaranya bhkati sosial.
Yogi Yazid selaku ketua Umum KSPSI Kota Banjar menyampaikan di hari buruh Nasional (Mayday) pada prinsipnya ia tetap mengikuti hilarki garis organisasi sesuai moto hari buruh internasional Mayday is Calaboration day yaitu merajuk kebersamaan untuk kesejahteraan serta produktivitas nasional. “Tentunya di hari buruh ini, bagaimana ada naungan serta jamian bagi kaum pekerja atau buruh dalam aspek kesejahteraan sosial untuk keseharian nya,”ucap Yogi Yazid.
Yogi Yazid juga menyampaikan harapan di hari buruh ini tetap yang terpenting sebagai negara hukum kita tetap membutuhkan nauangan yang membuat nyaman dan aman para pekerja terutama terhidar dari toksic.”dalam klaborasi ini yang mana inovasi sendiri butuh sebuah klaborasi jadi bagaiman kita membuat kemanan dan kenyamanan pekerja terutama terhidar dari toksic,”ungakpnya.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Serikat Buruh Muslim (Saburmusi) Kota Banjar Toni Rustaman memiliki harapan serupa dengan tuntutan yang disampaikan oleh DPP Konfederasi SARBUMUSI, antara lain ¹:
– Peningkatan Kesejahteraan Buruh
– Perlindungan Hukum
– Membuka ruang dialog sosial mendorong pemerintah untuk mengevaluasi Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap tidak berpihak pada buruh.
“Selain Penikatan Kesejahteraan Buruh dan membuka ruang dialog sosial dengan buruh, kami juga mendorong pemerintah untuk meratifikasi Konvensi ILO yang terkait dengan perlindungan pekerja, seperti Konvensi ILO No. 89 tentang Pekerja Rumah Tangga,”ujar Toni Rustaman.
Selain itu Toni juga menyinggung Kebijakan yang Mendukung Buruh.” Kami juga mendorong pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang mendukung buruh, seperti program penjangkauan dan peningkatan gizi bagi buruh, serta kebijakan sinergi antara lembaga pelatihan vokasional dengan dunia usaha untuk menciptakan lapangan kerja yang adaptif dan inklusif,”tegasnya.
Dengan demikian, Ketua Saburmusi Kota Banjar berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan buruh dan menciptakan kebijakan yang mendukung pekerja di Indonesia.
Para serikat buruh juga memiliki beberapa harapan di Hari Buruh Internasional (May Day) ini, antara lain : Peningkatan Kesejahteraan Buruh, Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, Kebebasan Berserikat, Perlindungan Hukum dan Lapangan Kerja yang Layak.
Di beberapa wilayah serikat buruh juga menyelenggarakan berbagai kegiatan dianataranya aaksi damai dan bakti sosial untuk memperingati May Day, sebagai bentuk solidaritas dan kesadaran sesama pekerja. (Joe)






