Berita  

Kekurangan Ruang Kelas.Anggota Dewan Kabupaten Bogor Komisi IV H.Ading Ahmad Nazir Minta Disdik Anggarkan RKB SDN Tugu Jaya 02

BOGOR,LingkarJabar – Keluhan adanya kekurangan ruang kelas oleh pihak sekolah SDN Tugu Jaya 02, Desa Tugu Jaya, kecamatan Cigombong kabupaten Bogor mendapat respon dari anggota dewan kabupaten Bogor H.Ading Ahmad Nazir

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Ading Ahmad Nadzir, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SDN Tugu Jaya 02, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang kekurangan ruang kelas dan kondisinya sebagian sudah rusak

Menurut politisi PKS itu, sekolah yang memiliki 380 murid tersebut harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdesakan. Lantaran keterbatasan sarana ruang kelas yang tidak memadai sehingga terjadi over kapasitas.

“Muridnya ada 380 siswa sedang kelasnya cuma 6 ruangan. Tentunya untuk kenyamanan kegiatan belajar ini harus ditambah ruang kelasnya. Saya harap ini jadi perhatian Disdik Kabupaten Bogor,” tegas H.Ading kepada wartawan, Sabtu (10/5/2026) di kediamannya.

Wakil rakyat yang berangkat dari Dapil III Bogor Selatan DPRD Kabupaten Bogor itu menjelssksn, dengan kondisi belajar berjubal-jubal di sekolah itu tentunya selain tidak layak.para siswa siswa pun tidaklah nyaman saat belajar dan ini harus secepatnya mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan kabupaten Bogor.

“Kebayangkan kegiatan belajarnya seperti apa? Tentu ini harus jadi perhatian dinas terkait dan jadi prioritas di tengah efesiensi anggaran,” ujarnya

Ditambahkannya, bukan saja SDN Citugu yang kondisinya membutuhkan perhatian pemerintah daerah, namun juga terdapat sekolah-sekolah khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang belum tersentuh bantuan.padahal pihak DPRD dan Dinas Pendidikan kabupaten Bogor sudah setuju untuk tahun ini ada bantuan untuk sekolah MI, Mts dari dana hibah.

“ Kalaupun MI ini vertikal, langsung ke Depag ataupun kementerian agama. Namun demikian pihak Komisi IV meminta anggaran untuk sekola sekolah tersebut melalui dana hibah.termasuk untuk sekolah PAUD.walaupun kita tahu dengan adanya efesiensi anggaran jadi bantuan pun terbatas.”

Kalaupun memang alasan efesiensi anggaran menjadi kendala. Kami di komisi IV sedang fokus dan mempelajari regulasinya apakah bisa menggunakan CSR.mudah mudahan dengan regulasi CSR yang sedang dibahas ini bisa ada solusinya.(Iy)