Reses DPR RI di Pangandaran, Ida Wiradinata Gaungkan Semangat Kartini dan Kesetaraan Gender

PANGANDARAN, LingkarJabar — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata.

Kegiatan bertajuk “Jejak Kartini, Langkah Perempuan Hari Ini” tersebut digelar di salah satu Hotel di Pangandaran, Selasa 05 Mei 2026.

Acara ini turut dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, kader PKK dari berbagai tingkatan, serta organisasi perempuan seperti Fatayat dan Muslimat.

Dalam forum tersebut, Ida menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Kartini melalui edukasi dan perubahan pola pikir masyarakat, khususnya dalam mendorong kesetaraan gender.

“Perjuangan Kartini adalah tentang emansipasi dan perubahan. Kami ingin melanjutkan gagasan beliau, agar tidak ada lagi stigma negatif terhadap gerakan feminisme,” ujar Ida.

Ia menekankan bahwa kesetaraan gender bukan soal dominasi, melainkan keseimbangan antara perempuan dan laki-laki dalam hak dan kewajiban.

“Kami mendorong kesetaraan, bukan untuk saling mengungguli, tetapi agar perempuan dan laki-laki bisa berjalan sejajar,” katanya.

Ida juga menyoroti peran strategis perempuan dalam keluarga sebagai fondasi utama pembangunan generasi. Menurutnya, perempuan adalah pendidik pertama bagi anak.

“Perempuan adalah madrasah pertama. Jika keluarga kuat, maka generasi mendatang juga akan berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap para kader perempuan yang hadir dapat menjadi agen perubahan sekaligus penyambung aspirasi di masyarakat.

“Kader perempuan adalah ujung tombak pembangunan. Mereka harus terus berkembang dan mampu menyuarakan kepentingan perempuan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Ida menegaskan bahwa kesetaraan gender juga membutuhkan keterlibatan aktif laki-laki, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis.

“Maskulinitas bukan soal kekuasaan, tetapi bagaimana laki-laki mampu melindungi, menghormati, dan mendukung perempuan,” tegasnya.

Ia pun berharap pemahaman yang lebih baik antara perempuan dan laki-laki dapat menciptakan keluarga yang harmonis sebagai fondasi kemajuan bangsa. (Agus Giantoro)