BANJAR, LingkarJabar – Bukan sekadar soal menang atau kalah, keikutsertaan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Banjar dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Jawa Barat justru menjadi ruang pembelajaran berharga dalam memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.
Ajang yang berlangsung pada 10–12 April 2026 di Mercure Bandung City Centre ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono.
Kepala MAN Kota Banjar, Juhana Arip, M.Pd.I, menyebut keikutsertaan ini sebagai langkah penting dalam membangun mental kompetitif siswa. Terlebih, MAN Kota Banjar menjadi satu-satunya madrasah yang mampu melaju hingga tingkat provinsi.
“Ini bukan hanya soal lomba, tapi bagaimana murid belajar bersaing, berproses, dan membawa nilai-nilai kebangsaan dalam diri mereka,” ujarnya. Senin (13/4/2026).
Selama mengikuti kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif mengikuti pembekalan materi hingga sesi perlombaan, dengan semangat untuk menyerap pemahaman tentang Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Meski belum berhasil menembus babak final, pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi siswa. Guru pembimbing, Salsa Bella Kusna Anggraini, S.Pd., menegaskan bahwa proses yang dilalui siswa jauh lebih bernilai dari hasil akhir.
“Anak-anak belajar tentang kepercayaan diri, kerja sama tim, dan bagaimana memahami kebangsaan secara lebih mendalam. Ini investasi karakter,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus diikuti karena mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, H. Ahmad Fikri Firdaus, turut mengapresiasi perjuangan siswa MAN Kota Banjar. Ia menilai partisipasi tersebut sebagai bukti bahwa madrasah mampu mencetak generasi yang seimbang antara nilai religius dan nasionalisme.
“Madrasah hari ini tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai kebangsaan dan daya saing. Ini langkah positif yang harus terus didukung,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendorong program penguatan karakter dan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas Indonesia.
Keikutsertaan ini pun diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa lain di Kota Banjar untuk berani tampil dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, membawa nama daerah sekaligus memperkuat identitas kebangsaan di tengah tantangan zaman. (Johan Wijaya)






