Berita  

MKQ Kecamatan Cigombong Bersama Ponpes Al Furqoniyah Peringati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah Dan Khataman Al Qur’an

BOGOR, LingkarJabar – Majlis Khotmul Qur’an (MKQ) kecamatan Cigombong bersama Pondok Pesantren Al Furqoniyah Citugu Pimpinan K.H Ading Ahmad Nazir menggelar kegiatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1448 hijriah dengan ngaji khataman Al Qur’an. Dengan penceramah ustad Asep Gunawan (ustad oyag) dari Sukabumi.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 hijriah ini dihadiri para alim ulama, tokoh masyarakat, santri santriwati, ibu Majlis taklim nampak hadir pula Ketua Apdesi kecamatan Cigombong.acara dipusatkan di Gedung Olah Raga (GOR) Yayasan Ponpes Al Furqoniyah.selasa (25/08/2026)

Dengan tema ” Bersama Al Qur’an Mari Kita Jadikan Muhammad SAW Sebagai Teladan Hidup Selamanya”

Ketua MKQ kabupaten Bogor yang sekaligus ketua Yayasan Al Furqoniyah, KH.Ading Ahmad Nazir mengatakan peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.hanya untuk tahun ini, peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1448 hijriah diisi khataman Al Qur’an (30 juz) tamat.

Khataman Al-Qur’an itu sendiri adalah menyelenggarakan kegiatan membaca Al Qur’an secara bersama sama atau individu dari juz satu (1) hingga juz tiga puluh (30) sampai tuntas .Khataman Al Quran ini juga dimaksudkan agar masyarakat kembali gemar membaca kitab suci Al Qur’an atau membiasakan diri dengan baca Al Qur’an (jadi bacaan sehari hari)

Adapun kegiatan memperingati maulid Nabi besar Muhammad SAW merupakan agenda rutin tahunan untuk selalu mengingatkan kita agar terus meneladani perilaku Rasulullah. Yakni sifat dan sikap mulia yang berlaku universal dalam memperkuat budaya kesantunan dan karakter khas ketimuran kita,” ungkap H.Ading Ahmad Nazir

Lebih lanjut H.Ading mengatakan, sebagai teladan umat, Nabi Muhammad SAW mengajarkan manusia tentang toleransi, tenggang rasa, dan membangun kerukunan dalam keragaman. Keteladanannya juga mengajarkan kepada seluruh umat agar menjadi pribadi dan masyarakat beradab.

“Sebab, beliau adalah Al Quran ‘berjalan’ yang akhlaknya juga cerminan nilai-nilai Al Quran,” katanya lagi seraya mengutip hadis yang dikisahkan oleh istri Nabi, Aisyah RA.”

H.Ading juga menjelaskan, tradisi maulid di Indonesia biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan diantaranya pengajian khataman Al Qur’an. Hal ini menjadi gerakan spiritual yang menjadi komplementer dalam usaha mencapai kemajuan bangsa. Apalagi saat ini, banyak umat Islam yang gemar membaca media sosial (medsos) yang informasinya belum tentu benar.

Karena itu, H.Ading menegaskan, di jaman modern ini agar teknologi informasi juga dapat digunakan untuk hal yang lebih positif, terutama generasi muda, yang menurut survei, paling banyak mengakses media sosial, ucapnya

Selain itu, H.Ading mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan baca Al Qur’an di mana dan kapan pun.Minimal selesai salat Maghrib, walau hanya sekali dalam sehari.

“Jangan sampai rumah kita seperti kuburan tanpa ada yang membaca Al Quran. Seperti disebut dalam hadis, rumah tanpa Al Quran akan terlihat dari ‘langit’ seperi kuburan. kalau tidak ada yang membaca Al Quran,”

Di akhir sambutan, ketua MKQ kabupaten Bogor H.Ading menyampaikan kalau keberadaan MKQ sudah ada dihampir semua kecamatan dikabupaten Bogor.Ia berharap, dalam satu momen seperti memperingati Nuzul Qur’an.MKQ dari semua kecamatan bisa berkumpul di suatu tempat ( Pakansari) dan mereka bersama sama membaca ayat suci Al Qur’an ” Betapa Indah Kedengarannya Kalau Hal Ini Nanti Bisa Terlaksana.” Tandasnya.(Iy)