Berita  

843 PJU Kembali Menyala, Rehabilitasi Penerangan Pangandaran Tuai Apresiasi

843 PJU Kembali Menyala, Rehabilitasi Penerangan Pangandaran Tuai Apresiasi. Foto: Ist/LJ

PANGANDARAN, LingkarJabar – Upaya intensif Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran dalam merehabilitasi Penerangan Jalan Umum (PJU) menuai apresiasi dari kalangan pemuda. Meski sebelumnya sempat mendapat sorotan kritis di ruang digital terkait lambannya pengerjaan, kondisi terkini di lapangan menunjukkan adanya percepatan signifikan menjelang akhir tahun 2025.

Salah seorang pemuda Pangandaran, Hari Prahasta, menilai masyarakat perlu bersikap lebih objektif dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penilaian terhadap kinerja pemerintah seharusnya didasarkan pada fakta di lapangan, bukan semata narasi digital yang belum tentu terverifikasi.

“Menilai kinerja pemerintah jangan hanya dari media sosial. Kalau melihat langsung ke lapangan, progres perbaikan PJU terlihat cukup signifikan,” ujar Hari.

Ia mengungkapkan, perubahan kondisi penerangan di sejumlah jalur protokol dan kawasan wisata kini sangat terasa dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan pemantauan langsung, perbaikan PJU dilakukan secara masif dan berdampak nyata terhadap kenyamanan publik.

“Jalur-jalur wisata sekarang jauh lebih terang. Ini jelas meningkatkan rasa aman dan kenyamanan, baik bagi wisatawan maupun warga lokal, khususnya pada malam hari,” katanya.

Data operasional Dishub Kabupaten Pangandaran mencatat adanya lonjakan progres rehabilitasi PJU. Dalam kurun waktu 10 November hingga 20 Desember 2025, sebanyak 843 unit PJU berhasil diperbaiki dan kembali berfungsi.

Hari menilai capaian tersebut sebagai indikator keseriusan pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan penerangan jalan. Bahkan, khusus di kawasan zona wisata, tingkat keberfungsian PJU dilaporkan telah mencapai 100 persen.

“Sekitar 843 titik PJU sudah kembali menyala. Untuk zona wisata, progresnya sudah tuntas. Ini menunjukkan pengerjaan dilakukan secara serius dan terukur,” tegasnya.

Rehabilitasi PJU menyasar sejumlah titik strategis destinasi wisata, di antaranya Jalan Pantai Barat, Pantai Timur, kawasan Pamugaran, hingga area parkir Batukaras yang kini telah terang sepenuhnya. Selain itu, perbaikan juga dilakukan di jalur arteri nasional mulai dari perbatasan wilayah hingga Kalipucang guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Dari sisi inovasi, Dishub Kabupaten Pangandaran turut menerapkan sistem pengamanan tambahan pada pemasangan lampu LED terbaru untuk menekan potensi pencurian baterai dan kabel yang selama ini menjadi penyebab PJU padam.

Menanggapi kritik yang sempat muncul, Hari menegaskan bahwa peran pengawasan dari masyarakat dan aktivis tetap penting sebagai bagian dari kontrol publik. Namun, ia menekankan agar kritik disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.

“Pengawasan itu perlu, tapi harus berangkat dari fakta. Jangan sampai kritik mengabaikan progres nyata yang sudah dicapai,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada para petugas lapangan yang terus bekerja demi kepentingan publik.

“Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, penerangan yang optimal sangat membantu keamanan dan kenyamanan wisatawan. Petugas di lapangan patut diapresiasi,” pungkasnya.

Dengan rampungnya target penerangan di zona wisata, Pemerintah Kabupaten Pangandaran kini mengalihkan fokus pada pemeliharaan rutin agar program “Pangandaran Caang” dapat terus terjaga selama musim libur akhir tahun dan seterusnya. (Agus Giantoro)