Berita  

Bahaya, Banyak Warga yang Nonton Acara Safari Budaya KDM di Atas Mobil Damkar

Bahaya, Banyak Warga yang Nonton Acara Safari Budaya KDM di Atas Mobil Damkar. Foto:Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Alih-alih menjadi simbol kesiapsiagaan, mobil pemadam kebakaran di acara Safari Budaya KDM di Kota Banjar justru berubah fungsi menjadi tempat tontonan dan tumpangan bagi warga. Belasan orang tampak menaiki mobil pemadam kebakaran milik UPTD Damkar Kota Banjar tanpa pengawasan yang jelas. Ironisnya beberapa petugas malah ikut santai duduk di atas mobil.

Aksi tersebut pun menuai keprihatinan dari warga sekitar yang menilai petugas Damkar lalai menjaga keselamatan masyarakat.

Peristiwa itu terjadi saat kegiatan Safari Budaya yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM). Di tengah antusiasme warga menyambut kehadiran sang gubernur, sejumlah orang justru memanfaatkan kesempatan untuk menaiki mobil pemadam kebakaran yang diparkir di sekitar lokasi lapang bhkati Taman Kota Banjar tempat acara berlangsung.

Salah satu warga, asal Desa Balokang, mengaku dirinya ikut naik karena penasaran ingin merasakan sensasi menaiki mobil pemadam.“Saya cuma pengen tahu gimana rasanya naik mobil pemadam. Soalnya jarang banget bisa lihat dari dekat,” ujarnya polos. Jumat (24/10/2025)

Namun tidak semua warga menanggapinya dengan santai. Asep Rohman, warga Cikabuyutan, menyayangkan sikap petugas yang dianggap abai terhadap keselamatan pengunjung.“Seharusnya petugas melarang warga naik. Kalau sampai mobil bergerak atau ada kejadian darurat, bisa bahaya. Keselamatan warga harusnya nomor satu,” tegasnya.

Meskipun tidak terjadi insiden serius, kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai disiplin dan profesionalitas petugas di lapangan. Mobil pemadam kebakaran memiliki fungsi vital dalam keadaan darurat, sehingga seharusnya tidak dijadikan wahana hiburan.

Safari Budaya KDM sejatinya bertujuan mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakat melalui nilai-nilai budaya. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan dan kesiapsiagaan tetap harus diutamakan dalam setiap kegiatan publik. (Johan Wijaya)