Berita  

PT Patra Buana Diduga Limpahkan Produk Kedaluwarsa ke CV yang Tidak Kantongi Izin DLH

BOGOR, LingkarJabar– Berdasarkan aduan masyarakat bahwa adanya sebuah tempat yang tidak mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang diduga mengelola beberapa produk – produk makanan dan minuman bermerek yang sudah kedaluwarsa. Menyikapi hal tersebut, wartawati lingkarjabar.com melakukan investigasi secara mendalam terkait informasi kegiatan yang berlangsung di lokasi tersebut.

Saat menyambangi lokasi tersebut diketahui pemilik dan karyawan sudah tidak ada di lokasi (tutup,red), namun pemilik tempat tersebut dapat di konfirmasi melalui komunikasi telephone selular, dan dirinya mengakui bahwa usahanya memang benar belum mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Memang benar usaha saya belum mengantongi izin dari Dinas Lingkungan Hidup, tapi kalau untuk produk – produk kadaluwarsanya saya bekerjasama dengan pergudangan yang bernama PT Patra Buana yang beralamatkan di Yasmin,” ungkapnya melalui telpon selular, Sabtu 20 September 2025.

Lanjutnya menjelaskan, “PT Patra Buana mengirim langsung produk – produk kedaluwarsa tersebut ke tempat usaha saya, tanpa menjualnya dan memberikan cuma-cuma agar produk kedaluwarsa tersebut dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai pupuk mau pun pakan ternak,”katanya.

Saepudin menjelaskan bahwa kontak kerjasama tertulis antara PT Patra Buana dengan CV Lembu Jaya dan CV Citra Mandiri Bersama sudah berlangsung lama.

“PT Patra Buana udah lama kerjasama dengan saya, bahkan kerjasama tersebut terjalin secara tertulis,” ungkapnya.

Selain itu, ia menerangkan kegiatan yang dilakukan di usaha tersebut yaitu sebatas memisahkan minuman dan makanannya dari kemasannya, makan dan minuman yang sudah di pisahkan dijadikan menjadi pupuk dan pakan ternak.

“Di tempat saya hanya memisahkan makanan dan minuman kedaluwarsa tersebut dari kemasannya, lalu makanan kadaluarsa dijadikan pakan ternak, dan minumannya kami jadikan pupuk,” jelasnya.

Selain itu, ibu harus tau juga, lanjutnya, “dari media – media datang jadi ujung – ujungnya cari duit di saya, saya usaha begini tuhh di manfaatin, sedangkan usaha saya ini bukan untuk saya pribadi tapi untuk menghidupi masyarakat kampung pasir Mukti di sini apa lagi yang kerja,” ucapnya.