BANJAR, LingkarJabar – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar, Mamat Rahmat, menanggapi keluhan dari pihak investor terkait dugaan sulitnya proses perizinan usaha di daerah tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjar tidak pernah mempersulit, bahkan terus berupaya menyederhanakan serta mempermudah proses perizinan.
“Proses perizinan di Kota Banjar tidak ada yang dipersulit. Bahkan kami terbuka dan berusaha semaksimal mungkin untuk menyederhanakan prosedurnya,” tegas Mamat saat ditemui pada Jumat 25 Juli 2025.
Mamat mengungkapkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung ke PT Quan You Wood Industry yang berlokasi di Desa Mekarharja. Dari hasil verifikasi di lapangan, diketahui bahwa perusahaan tersebut merupakan Penanaman Modal Asing (PMA), sehingga seluruh proses perizinan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Karena masuk kategori PMA, otomatis proses perizinannya diurus langsung ke pusat. Setelah kami telusuri, ternyata mereka menggunakan pihak ketiga untuk pengurusannya,” jelasnya.
Menurutnya, jika sejak awal terdapat komunikasi langsung antara pihak perusahaan dengan DPMPTSP Banjar, maka proses perizinan bisa diarahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai pembagian kewenangan dalam proses perizinan. Tidak semua jenis izin usaha dapat diproses di tingkat daerah, terutama untuk perusahaan berskala besar dan investasi di atas Rp10 miliar.
“Untuk perusahaan seperti PMA, seluruh prosesnya termasuk verifikasi ditangani pemerintah pusat. Jadi kami hanya bisa menunggu proses di pusat selesai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mamat menekankan perlunya edukasi publik tentang mekanisme perizinan usaha, khususnya bagi investor besar. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Ia juga menyoroti kontribusi positif dari investasi asing terhadap perkembangan ekonomi daerah. Menurutnya, kehadiran PMA berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, hingga pengembangan infrastruktur di Kota Banjar.
“Investasi berskala besar seperti ini mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja bagi warga Banjar,” pungkasnya. (Joe)






