BOGOR, LingkarJabar – Wakil Bupati Bogor Ade Rohendi meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pasir Jawa 01, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Senin 26 Januari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan usai menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kantor Kecamatan Cigombong.
Dalam peninjauan tersebut, Ade Rohendi didampingi Camat Cigombong R.E. Irwan Somantri, Kepala Desa Pasir Jaya Suhanda Hendrawan, anggota DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi, perwakilan dinas terkait, serta Ketua PK KNPI Kecamatan Cigombong.
Ade Rohendi yang akrab disapa Ade Jaro mengatakan, peninjauan dilakukan sebagai respons cepat atas laporan dari Pemerintah Kecamatan Cigombong terkait longsornya tebing di area sekolah yang berpotensi mengancam bangunan ruang kelas.
“Setelah kegiatan Musrenbang, kami bersama anggota DPRD, camat, dan dinas terkait langsung meninjau lokasi longsor di Desa Pasir Jaya. Berdasarkan laporan, longsoran tebing sudah sangat dekat dengan gedung sekolah,” ujarnya.
Akibat longsor tersebut, dinding bangunan sekolah mengalami retak-retak dan dikhawatirkan roboh jika tidak segera ditangani. Ade Jaro menegaskan, kondisi ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Bogor agar mendapat penanganan cepat dari dinas terkait.
“Kalau tidak segera ditangani, gedung sekolah berisiko terbawa longsor. Ini akan kami laporkan ke Bupati Bogor dan dinas terkait harus segera menindaklanjuti pembangunannya,” tegasnya.
Terkait penanganan ke depan, Ade Jaro menyebutkan akan dilakukan kajian teknis untuk menentukan apakah sekolah perlu direlokasi atau dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Apakah nanti direlokasi atau dibangun TPT, semuanya akan melalui kajian tim terlebih dahulu. Yang jelas, pendidikan sangat penting, sehingga penanganannya harus dipercepat. Kami upayakan tahun 2026 ini sudah bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SDN Pasir Jawa 01, Hadliansyah, menjelaskan bahwa longsor terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Pihak sekolah langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah kecamatan dan mendapat respons cepat.
“Setelah kami laporkan, Pak Camat datang malam harinya dan meminta tiga ruang kelas untuk dikosongkan karena dinilai membahayakan siswa,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 40 siswa terpaksa dipindahkan sementara karena ruang kelas sudah tidak layak digunakan.
“Alhamdulillah setelah kedatangan Pak Wakil Bupati, mudah-mudahan sekolah ini segera dibangun kembali agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal,” tutupnya. (Riswan Nurdin)






