SUKABUMI, Lingkar Jabar — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi mendadak menjadi sorotan setelah puluhan santri dan guru di MTS/MA Pondok Pesantren Az-Zain, Kecamatan Caringin, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 6 Maret 2026, tak lama setelah ratusan penerima manfaat menyantap makanan dari program tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 349 siswa dan guru di pesantren tersebut tercatat mengonsumsi menu MBG pada hari kejadian. Dari jumlah tersebut, 47 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, terdiri dari 44 siswa dan 3 guru.
Keluhan muncul tidak lama setelah para santri dan guru menyantap makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kutasirna, Kecamatan Cisaat.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran di lingkungan pesantren, kondisi para siswa dan guru yang terdampak kini dilaporkan sudah membaik dan kembali beraktivitas normal.
Pihak SPPG Kutasirna menyatakan langsung melakukan pemantauan dan koordinasi setelah menerima laporan adanya dugaan keracunan tersebut.
“Kami terus mem-follow up kondisi para santri dan guru. Saat ini mereka sudah beraktivitas seperti biasa,” Ungkap Kris Denes pihak SPPG Kutasirna dalam keterangan yang diterima redaksi lingkarjabar.com, Rabu 11/03/2026
Pihaknya menegaskan bahwa selama ini proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak di dapur, hingga tahap pengemasan dan distribusi kepada penerima manfaat.
Namun demikian, SPPG Kutasirna menyatakan bersikap kooperatif dan terbuka terhadap proses penelusuran yang dilakukan oleh pihak terkait guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami juga terbuka terhadap evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan, guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga serta mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” lanjut pernyataan tersebut.
Hingga saat ini, pihak penyedia makanan menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar berdasarkan hasil investigasi yang akurat.
Kasus ini menjadi sorotan karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program yang menyasar pemenuhan gizi bagi pelajar. Dugaan keracunan massal ini pun memicu desakan agar pengawasan terhadap keamanan pangan dalam program tersebut diperketat. (Wahidin)






