Wisata  

Pasir Cabe Berpotensi Dikembangkan sebagai Desa Wisata Alam di Kota Banjar

Pasir Cabe Berpotensi Dikembangkan sebagai Desa Wisata Alam di Kota Banjar. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Objek wisata alam Pasir Cabe yang terletak di Dusun Sukaharja, Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis alam. Kawasan perbukitan ini menyuguhkan panorama khas berupa hamparan persawahan, kawasan hutan, serta pemandangan Kota Banjar dari ketinggian.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pasir Cabe mulai ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan. Suasana sejuk dan alami yang ditawarkan menjadikan lokasi ini sebagai pilihan wisata terbuka yang memberikan ketenangan bagi pengunjung. Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan wisata desa yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal.

Salah seorang pengunjung, Erna, mengaku terpukau dengan keindahan alam Pasir Cabe. Ia menilai kawasan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam sekaligus edukasi.

“Ini pertama kali saya datang ke Pasir Cabe. Pemandangannya luar biasa dan sangat menenangkan. Dari atas terlihat jelas Kota Banjar, hutan, dan sawah hijau. Kalau dikelola dengan baik, tempat ini bisa jadi destinasi unggulan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, Imas, yang menilai Pasir Cabe memiliki daya tarik kuat namun masih membutuhkan peningkatan fasilitas pendukung. Menurutnya, ketersediaan sarana dasar menjadi faktor penting untuk menunjang kenyamanan wisatawan.

“Pemandangannya sudah sangat bagus, tapi fasilitas seperti toilet, musala, tempat sampah, dan area parkir masih terbatas. Kalau dilengkapi, pengunjung pasti akan bertambah,” katanya.

Saat ini, pengunjung yang datang ke Pasir Cabe hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp2.000 per orang. Tarif yang terjangkau tersebut menjadi nilai tambah tersendiri, khususnya bagi wisatawan lokal dan keluarga.

Pengembangan Pasir Cabe sebagai desa wisata dinilai dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, mulai dari pengelolaan kawasan, jasa parkir, penyediaan kuliner lokal, hingga pengembangan produk UMKM. Selain mendorong peningkatan pendapatan warga, konsep desa wisata juga diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan serta kearifan lokal.

Dengan dukungan pemerintah desa dan instansi terkait, Pasir Cabe berpotensi menjadi destinasi wisata alternatif di Kota Banjar yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. (Johan Wijaya)