Berita  

Nana Suryana Bertekad Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Ekonomi Kota Banjar

BANJAR, LINGKARJABAR – Hari libur tak menghalangi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana dan Mujamil, yang mengusung jargon SURYA GEMILANG, untuk terus berkampanye dan menemui warga. Pada Minggu (13/10/2024), kampanye tatap muka tersebut berlangsung di Dusun Priagung, Desa Binangun, Kota Banjar.

Kampanye ini dihadiri langsung oleh Nana Suryana, yang didampingi oleh tim kampanye serta beberapa tokoh masyarakat seperti Kusnadi, mantan Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, dan Baing, tokoh masyarakat dari RW 04.

Di hadapan puluhan warga RW 04, Nana Suryana membahas isu penting terkait kesehatan, lapangan pekerjaan, dan pendidikan. Sebagai calon Wali Kota Banjar sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Banjar, ia menekankan bahwa tiga pilar utama dalam pembangunan pemerintahannya adalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Tiga hal ini, menurutnya, akan menjadi fondasi pemerintahan yang kokoh.

Nana Suryana mengingatkan kembali prestasinya saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota Banjar. Ia selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk mempertahankan keberadaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar tidak dihapus demi membantu warga yang kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, Nana menyoroti masalah kronis yang tengah dihadapi Kota Banjar, yaitu minimnya lapangan pekerjaan. Ia berjanji, jika terpilih menjadi Wali Kota Banjar periode 2024-2029, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dengan mendatangkan investor ke Kota Banjar.

“Daya beli masyarakat Kota Banjar sangat rendah karena pendapatan yang minim akibat terbatasnya lapangan pekerjaan. Kenapa miskin? Karena tidak punya penghasilan. Kenapa tidak ada penghasilan? Karena banyak yang menganggur. Kenapa menganggur? Karena tidak ada pekerjaan. Jadi, lapangan pekerjaan adalah hal pertama yang harus diperbaiki agar daya beli masyarakat meningkat. Secara otomatis, tingkat kesejahteraan pun akan membaik,” jelas Nana Suryana.

Ia juga menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota Banjar, dirinya berhasil menurunkan angka kemiskinan di Kota Banjar pada tingkat nasional.

Menanggapi isu yang berkembang bahwa Kota Banjar disebut sebagai salah satu kota termiskin di Jawa Barat, Nana Suryana membantah hal tersebut. Menurutnya, selama masa kepemimpinannya sebagai Wakil Wali Kota, Kota Banjar berhasil mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan.

“Waktu saya menjabat Wakil Wali Kota Banjar, saya menerima penghargaan karena Banjar berhasil menurunkan angka kemiskinan di tingkat nasional. Jadi, berita yang menyebut Banjar sebagai kota termiskin itu tidak benar. Silakan cek langsung data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Semuanya ada datanya. Kalau saya yang menjelaskan nanti dikira mengada-ada. Jadi, mari kita berpegang pada data,” tegasnya.

Nana Suryana berharap, jika terpilih sebagai Wali Kota Banjar, ia bisa memanfaatkan seluruh potensi yang ada di Kota Banjar untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Banjar memang bukan kota tujuan wisata, tetapi jika saya dipercaya menjadi Wali Kota, saya akan membuat orang-orang dari luar Banjar tertarik datang ke sini melalui kalender event yang terencana. Dengan begitu, ekonomi Kota Banjar akan meningkat, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (Johan)