Lakukan Cara Ini Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara!

Lakukan Cara Ini Untuk Mendeteksi Dini Kanker Payudara!

LingkarJabar – Kanker payudara sering kali baru diketahui ketika kondisinya sudah berkembang parah, bahkan menyebar ke organ tubuh lain. Hal ini membuat proses pengobatan menjadi lebih rumit. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting dilakukan agar penyakit ini bisa ditangani lebih cepat dan efektif.

Langkah pemeriksaan dini tidak selalu harus dilakukan di rumah sakit. Ada metode sederhana yang bisa dimulai sendiri di rumah, yaitu SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Selain itu, ada juga pemeriksaan lanjutan seperti SADANIS, mammografi, USG payudara, hingga biopsi yang dilakukan oleh tenaga medis.

Dilansir dari mandayahospitalgroup.com dibawah ini adalah 5 cara untuk mendeteksi dini kanker payudara.

  1. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri)

SADARI merupakan cara sederhana untuk mengenali adanya kelainan pada payudara. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di depan cermin, dan sebaiknya dilakukan 7–10 hari setelah menstruasi.

Langkah-langkah SADARI:

  • Berdirilah di depan cermin tanpa mengenakan pakaian bagian atas. Amati apakah ada perbedaan bentuk, ukuran, atau benjolan pada payudara.
  • Angkat kedua tangan ke atas dan letakkan di belakang kepala, lalu perhatikan kembali bentuk payudara.
  • Posisikan tangan di pinggang, dorong siku ke depan agar payudara menggantung, lalu amati apakah ada perubahan bentuk atau kulit.
  • Angkat lengan kiri ke atas, lalu gunakan jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan hal yang sama pada sisi sebaliknya.
  • Tekan lembut puting untuk melihat apakah ada cairan yang keluar.
  • Ulangi pemeriksaan sambil berbaring dengan bantal kecil di bawah bahu, agar area payudara lebih mudah diraba.
  1. SADANIS (Pemeriksaan Klinis oleh Dokter)

Berbeda dengan SADARI, metode SADANIS dilakukan oleh tenaga medis. Dokter akan meraba payudara, area sekitar tulang selangka, hingga ketiak untuk menemukan benjolan atau perubahan lain. Pemeriksaan ini juga meliputi evaluasi kondisi kulit dan puting.

  1. Mammografi

Mammografi merupakan pemeriksaan dengan sinar-X untuk melihat kondisi jaringan payudara. Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan bila dokter menemukan kelainan pada pemeriksaan klinis.

  • Mammogram skrining: digunakan sebagai langkah pencegahan.
  • Mammogram diagnostik: dilakukan jika ada dugaan benjolan atau kelainan, untuk melihat area payudara lebih detail.
  1. USG Payudara

USG payudara memanfaatkan gelombang suara untuk menampilkan gambar jaringan. Pemeriksaan ini membantu dokter membedakan apakah benjolan yang ditemukan berupa tumor padat atau kista berisi cairan.

  1. Biopsi

Biopsi merupakan metode paling akurat untuk memastikan adanya kanker payudara. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan payudara untuk diperiksa di laboratorium.

Beberapa jenis biopsi antara lain:

  • Needle aspiration: menggunakan jarum kecil untuk mengambil sampel jaringan atau cairan.
  • Needle biopsy: menggunakan jarum lebih besar dengan bius lokal untuk mengambil jaringan dari benjolan.
  • Vacuum-assisted biopsy: memakai jarum yang terhubung dengan tabung pengisap untuk mengambil jaringan sekaligus membersihkan perdarahan di area pemeriksaan.

Apabila kamu mencurigai memiliki kanker payudara, konsultasikan pada dokter untuk membantu menentukan pengobatan yang paling tepat sesuai kondisi kamu.