BANJAR, LingkarJabar – Kontestasi pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah usai. Kini saatnya warga kembali bersatu dan memperkuat kebersamaan. Pesan itulah yang ingin disampaikan anggota BPD terpilih Desa Rejasari, Yusuf Supriyadi, melalui kegiatan ngubyak balong yang digelar di Dusun Sindanggalih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang diikuti puluhan warga tersebut berlangsung meriah. Sejak pagi, warga berdatangan membawa ember, kantong, hingga wadah penampung ikan untuk ikut menangkap ikan di kolam yang telah disiapkan.
Di balik kemeriahan itu, tersimpan pesan persatuan pasca-pemilihan BPD. Yusuf menilai perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menjadi alasan terpecahnya hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh warga kini memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong kemajuan desa melalui kerja sama dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Ini upaya kita menjaga kekompakan dan kerukunan warga. Saya bersyukur warga cukup antusias dan kompak. Bahkan pagi-pagi sudah pada datang. Tentu ini sesuatu yang membahagiakan,” kata Yusuf.
Ia mengajak masyarakat untuk meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses pemilihan dan kembali memperkuat semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri kehidupan masyarakat desa.
“Saya berharap perbedaan pandangan saat kompetisi pemilihan BPD segera terlupakan. Saatnya kita semua fokus dalam membangun kemajuan desa,” ujarnya.
Sebagai anggota BPD terpilih, Yusuf juga menegaskan kesiapannya menjalankan amanah masyarakat sesuai tugas pokok dan fungsi yang diatur dalam perundang-undangan. Namun ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah desa atau BPD semata.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran strategis sebagai pengawas sekaligus mitra dalam proses pembangunan.
“Semua harus berperan dalam pembangunan. Pemerintah desa, BPD, masyarakat, dan unsur lainnya saling berkaitan. Terutama peran masyarakat, itu sangat dibutuhkan,” katanya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Tawa dan canda mewarnai suasana saat peserta berlomba menangkap ikan di dalam kolam.
Salah seorang warga, Tedi, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Meski hasil tangkapannya tidak sebanyak peserta lain, ia menilai acara itu menjadi sarana yang efektif untuk mempererat hubungan antarwarga.
“Tadi ada yang dapat sepuluh kilo, ada juga yang lebih. Kalau saya mungkin belum beruntung, hanya beberapa kilo saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia berharap anggota BPD yang baru terpilih dapat menjadi penyambung aspirasi masyarakat dan mendorong perubahan yang lebih baik bagi Desa Rejasari.
“Harapan saya nanti Pak Yusuf bisa menampung dan merealisasikan aspirasi masyarakat desa. Kita berharap ada perubahan yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui tradisi ngubyak balong, warga Rejasari menunjukkan bahwa perbedaan pilihan dalam demokrasi tidak harus berujung pada perpecahan. Sebaliknya, kebersamaan dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam membangun desa.(Johan Wijaya)






