LingkarJabar – Bagi banyak orang, minum kopi sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Di tengah rutinitas yang padat, kopi instan sering dipilih karena praktis dan cepat disajikan. Namun, tahukah Anda kalau kopi sachet sebenarnya berbeda dari kopi biasa dan bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi berlebihan?
Kopi instan dibuat dari biji kopi yang dipanggang, digiling, lalu diseduh kembali. Hasil seduhan itu kemudian dikeringkan hingga menjadi bubuk kristal. Sayangnya, proses ini mengurangi sebagian zat gizi alami dari biji kopi.
Tidak hanya itu, kopi sachet biasanya ditambah bahan lain seperti pemanis buatan, gula, krimer, hingga perisa tambahan. Akibatnya, kadar kopi murninya lebih sedikit, sementara rasa dominan justru berasal dari bahan tambahan tersebut.
Jika diminum terus-menerus, kandungan tambahan inilah yang bisa menimbulkan risiko kesehatan. Dilansir dari hellosehat.com, berikut beberapa bahayanya:
- Bisa meningkatkan risiko kanker
Kopi instan mengandung senyawa akrilamida, yang terbentuk saat biji kopi dipanggang. Senyawa ini dapat berubah menjadi glycidamide di dalam tubuh, yang berpotensi merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel kanker.
- Memicu obesitas
Satu sachet kopi instan umumnya mengandung sekitar 13 gram gula, atau setara 52 kalori tambahan. Jika diminum setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik, kalori berlebih ini bisa membuat berat badan naik dan berujung pada obesitas.
- Meningkatkan risiko diabetes
Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi gula harian maksimal 50 gram. Artinya, satu gelas kopi instan saja sudah menyumbang lebih dari seperempat batas harian tersebut. Konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat memicu diabetes tipe 2.
- Membahayakan jantung
Krimer dalam kopi instan mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dapat menyumbat pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memperbesar risiko penyakit jantung, stroke, maupun serangan jantung.
- Mengganggu suasana hati
Kopi instan tetap mengandung kafein meski kadarnya lebih rendah. Kafein berlebih bisa memicu rasa cemas karena meningkatkan senyawa katekolamin dalam tubuh. Ditambah lagi, kadar gula tinggi dapat mengganggu keseimbangan endorfin, membuat seseorang lebih mudah merasa sedih atau depresi.
Pastikan batasan asupa kopi instan dengan tambahan gula dan krimmer dan baca informasi nilai gizi serta komposisi pada kemasan kopi.






