BOGOR, LingkarJabar – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, turut mengawasi Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hari pertama SMPN I Cigombong , Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (22/6/2026). Kehadiran Kadis Damkar disekolah itu bersamaan dengan kegiatan simulasi bencana di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, hari ini kedatangan perangkat daerah yaitu kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor.kebetulan beliau juga alumni SMP Negeri Cigombong (angkatan ke IV) sesuai instruksi Bupati Bogor, untuk melihat situasi di sekolah, yang kebetulan juga hari pertama pembukaan PPDB,” jelas H. Mulyana, Kepsek SMPN I Cigombong, kepada media Lingkar Jabar di tengah kegiatan simulasi bencana.
Dijelaskannya, untuk penerimaan siswa baru melalui sistem online yang dapat diakses melalui komputer mau pun hand phone. Kouta penerimaan murid tahun ini, kata dia, SMPN 1 Cigombong menerima 440 siswa yang akan mengisi 11 kelas.
“Untuk Kouta masing- masing dibagi menjadi jalur domisili 40 persen, afirmasi 20 persen, prestasi rapot 30 persen, prestasi akademik 5 persen dan jalur perpindahan orang tua 5 persen,”terangnya.
Mulyana menambahkan, untuk hari pertama pendaftaran PPDB masih sepi. Ada pun orang tua yang datang hanya sebatas komunikasi untuk menanyakan persyaratan pendaftaran ke pihak sekolah.paparnya
Sementara itu, Yudi Santosa Kadis Damkar Kabupaten Bogor menuturkan bahwa kehadirannya di SMPN 1 Cigombong untuk melihat kondisi sekolah sekaligus kita simulasi terkait penanganan bencana yang terjadi di sekitar kita salah satunya penanganan kompor tabung gas Elpiji. Narkoba dan Judol. selain itu juga pemantauan hari pertama pendaftaran SPMB Di SMP Negeri 1 Cigombong sesuai instruksi bapak Bupati Bogor.
“Kehadiran kami selain melakukan simulasi juga untuk memastikan bahwa mereka generasi emas ini harus dikawal sesuai arahan pak Bupati Bogor. Supaya anak-anak kita tidak terpapar narkoba dan judi online. Karena untuk mengawal ini tugas bersama, bukan saja guru atau orang tua tapi kita bersama,” tambah Yudi yang juga alumni SMPN 1 Cigombong.
Dia pun memastikan kegiatan itu akan dilakukan secara berkala untuk mengawasi para pelajar di lingkungan sekolah. Karena menurutnya, untuk menciptakan generasi emas ke depan diperlukan keterlibatan semua lapisan masyarakat, termasuk pemerintah daerah.
“Kegiatan ini akan dilakukan berlanjut terus tiap bulan. Ini bukan pengawasan tapi ini pendampingan,” tukasnya.
Dalam kesempatan itu,Yudi Santosa, didampingi kepsek berkesempatan meninjau ruang panitia PPDB. Yudi pun nampak berbincang-bincang dengan panitia penerimaan siswa baru tahun 2026 sekarang.
Sedangkan di lokasi berbeda, tepatnya di halaman SMPN 1 Cigombong, terlihat ratusan siswa sangat antusias mengikuti kegiatan simulasi. Jerit histeris pun terdengar saat petugas Damkar menyalakan api pada gas melon. Selang air menjulur dan beberapa detik kemudian edukasi pun di praktekan petugas Damkar dengan mematikan kobaran api yang berstandar aman.(Iy)






