PANGANDARAN, LingkarJabar – Desa Wisata Selasari, Kabupaten Pangandaran, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Sertifikat Apresiasi Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat Tahun 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut diterima pada Selasa, 27 Januari 2026.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Desa Wisata Selasari dalam mengembangkan pariwisata berbasis potensi lokal, tingginya partisipasi masyarakat, serta pengelolaan destinasi wisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Konsistensi dalam menjaga kelestarian alam, nilai budaya, serta penguatan ekonomi kerakyatan menjadi poin unggulan dalam penilaian.
Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara yang akrab disapa Ugas, menyampaikan capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat desa.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif pengelola desa wisata, pelaku UMKM, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta warga yang terus berkomitmen menjaga dan mengembangkan potensi lokal.
“Capaian ini adalah hasil gotong royong masyarakat Desa Selasari, bukan semata kerja pemerintah desa,” ujar Ugas melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata, baik dari sisi pelayanan, pengembangan atraksi wisata, maupun penguatan ekonomi masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan memperluas kolaborasi agar Desa Wisata Selasari dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Selama ini, Desa Wisata Selasari dikenal memiliki beragam daya tarik, mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya lokal, hingga produk ekonomi kreatif yang dikelola langsung oleh masyarakat. Potensi tersebut menjadi modal utama dalam pengembangan pariwisata desa yang inklusif dan berdaya saing.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Desa Wisata Selasari diharapkan dapat menjadi contoh dan rujukan bagi desa-desa lain di Jawa Barat dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan. (Agus Giantoro)






