PANGANDARAN, LingkarJabar — Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan destinasi wisata. Kebijakan itu merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar pada Rabu, 8 April 2026, sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan saat kunjungan wisata meningkat.
Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran, Nana Sukarna, mengatakan pengaturan difokuskan pada kendaraan besar, terutama bus pariwisata, yang kerap memicu kemacetan di titik-titik padat.
Menurut dia, bus tidak lagi diperbolehkan masuk melalui pintu pelabuhan atau kawasan Pantai Timur. Seluruh kendaraan besar diarahkan masuk melalui pintu utama, kemudian melintas ke Jalan Pantai Barat dengan skema satu arah untuk menurunkan penumpang di hotel.
“Bus diarahkan hanya untuk droping wisatawan, setelah itu harus keluar menuju kantong parkir,” kata Nana, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, bus yang menurunkan penumpang sebelum pertigaan Hotel Century akan diarahkan parkir melalui akses jalan depan Hotel Arnawa. Adapun bagi hotel yang berada setelah pertigaan tersebut, penurunan penumpang dilakukan di Jalan Kalen Buaya.
Setelah menurunkan penumpang di kawasan itu, kendaraan diwajibkan berputar melalui pertigaan Balawista, lalu keluar lewat Jalan Kidang Pananjung menuju area parkir terpusat di Central Parkir atau eks Pasar Wisata.
Sementara itu, wisatawan yang menginap di kawasan Jalan Sumardi dan Jalan Pramuka diarahkan turun langsung di Central Parkir. Bus tidak diperkenankan keluar dari lokasi tersebut setelah menurunkan penumpang.
Kata Nana, pihaknya juga mengatur kendaraan roda empat dan bus yang melintas di Jalan Pantai Timur untuk berputar di kawasan air mancur, kemudian diarahkan ke Jalan Kidang Pananjung dan selanjutnya menuju area parkir.
“Selama proses penurunan dan penjemputan penumpang, kendaraan akan mendapat pengawalan dari petugas gabungan, termasuk dari Dinas Perhubungan dan unsur terkait lainnya,” ungkapnya.
Nana berharap kebijakan ini dipatuhi oleh pelaku usaha pariwisata dan wisatawan.
“Tujuannya agar arus lalu lintas tetap lancar dan aktivitas wisata berjalan aman,” tandasnya. (Agus Giantoro)






