BANJAR, LingkarJabar – Seekor ular python berukuran besar berhasil dievakuasi petugas UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kota Banjar dari kandang ayam milik warga di Dusun Parung, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Senin (26/1/2026) pagi. Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan keberadaan ular yang dinilai membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.
Ular tersebut ditemukan berada di atas kandang ayam milik Ibu Atin. Kejadian diketahui sekitar pukul 05.39 WIB saat pemilik hendak memberi pakan ternaknya. Saat itu, ular diketahui sedang memangsa ayam, sehingga pemilik kandang memilih segera meminta bantuan Damkar Kota Banjar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, UPTD Damkar BPBD Kota Banjar langsung menerjunkan satu unit kendaraan pemadam (PK) menuju lokasi kejadian. Dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer, petugas tiba di lokasi pada pukul 05.55 WIB. Waktu respons tercatat sekitar tujuh menit sejak laporan diterima.
Kepala UPTD Damkar Kota Banjar, Aam Amijaya, mengatakan evakuasi dilakukan dengan prosedur keselamatan standar untuk penanganan hewan liar berbahaya. Petugas menggunakan alat penjepit khusus guna menghindari risiko cedera.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi. Ular ditemukan berada di atas kandang ayam dan berpotensi membahayakan warga sekitar, sehingga evakuasi harus segera dilakukan,” ujar Aam Amijaya saat dikonfirmasi.
Menurutnya, ular python tersebut memiliki panjang sekitar tiga meter dengan berat kurang lebih 15 kilogram. Proses evakuasi berlangsung relatif singkat dan terkendali. Dalam waktu kurang dari lima menit, ular berhasil diamankan oleh petugas.
“Alhamdulillah, evakuasi berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 06.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini, baik dari pihak warga maupun petugas,” tambahnya.
Evakuasi melibatkan empat personel Damkar Kota Banjar, yakni Ade K, Suroso, Ivan Septian, dan Supriatna. Setelah berhasil dievakuasi, ular diamankan sesuai prosedur yang berlaku sebelum ditangani lebih lanjut.
Aam Amijaya mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah permukiman yang berdekatan dengan area persawahan, kebun, atau semak belukar. Menurutnya, kemunculan ular kerap terjadi akibat perubahan habitat dan ketersediaan pakan di lingkungan sekitar permukiman.
“Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan hewan liar berbahaya. Segera laporkan ke Damkar agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki peralatan dan keahlian,” tegasnya.
Layanan evakuasi hewan berbahaya ini merupakan bagian dari tugas Damkar Kota Banjar dalam penanganan kejadian non kebakaran, sebagai upaya memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat. (Johan Wijaya)






