Vallen Aqsha Atlet Cilik Sabet 3 Emas di Banjar Masagi Cup

Vallen Aqsha Atlet Cilik Sabet 3 Emas di Banjar Masagi Cup. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Keberhasilan Vallen Aqsha Abiyasa (7) meraih tiga gelar juara dalam ajang Banjar Masagi Cup Funswimming tidak lepas dari peran klub olahraga daerah sebagai ujung tombak pembinaan atlet usia dini di Kota Banjar.

Vallen, siswa kelas I SDN 1 Kujangsari, merupakan atlet binaan BSAC Swimming Club (Banjarsari Aquatic Club) yang secara konsisten melakukan latihan rutin setiap pekan. Pola latihan terstruktur yang diterapkan klub menjadi fondasi penting dalam membentuk kemampuan teknis sekaligus mental bertanding atlet cilik.
Dalam kejuaraan tersebut, Vallen berhasil menyabet:

Juara 1 kategori boys 7 tahun 25 meter Butterfly Fins
Juara 1 kategori boys 7 tahun 25 meter Freestyle Kick Fins
Juara 1 kategori boys 7 tahun 25 meter Freestyle Fins

Klub Jadi Pilar Pembinaan Dasar

Pelatih BSAC, Wagino, menegaskan klub daerah memiliki peran strategis dalam menemukan dan membina potensi atlet sejak usia dini, terutama sebelum mereka masuk ke jenjang pembinaan prestasi yang lebih tinggi.

“Di klub, anak-anak tidak hanya diajarkan teknik, tapi juga disiplin, keberanian, dan sportivitas. Itu yang kami tanamkan sejak awal,” ujar Wagino.Minggu(8/2/2026) saat di temui awak media

Menurutnya, pembinaan berjenjang di tingkat klub menjadi kunci agar atlet tidak hanya unggul di satu kejuaraan, tetapi mampu berkelanjutan.

“Keberhasilan atlet binaan BSAC dalam ajang lokal dinilai menjadi indikator bahwa klub olahraga daerah mampu menjadi mesin pencetak atlet potensial bagi Kota Banjar,” bebernya.

Wagino berharap prestasi seperti yang diraih Vallen mendapat dukungan berkelanjutan, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Kalau klub diperkuat, pembinaan berjalan konsisten, bukan tidak mungkin Kota Banjar bisa melahirkan atlet renang berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional,” pungkasnya.

Orang Tua Ayah Vallen, Indo Rusdianto, mengakui bahwa peran klub sangat besar dalam membentuk karakter dan kemampuan anaknya di dunia olahraga.

“Kami melihat langsung bagaimana metode latihan di klub sangat berpengaruh. Pelatih sabar, latihan teratur, dan anak-anak didorong untuk percaya diri,” ungkapnya.

Ia menilai klub olahraga daerah menjadi wadah penting bagi orang tua yang ingin menyalurkan bakat anak secara positif dan terarah.