BANJAR, LingkarJabar — Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi pimpinan yang digelar di Aula Dispora. Jumat (10/4/2026).
Dari total kebutuhan anggaran yang direncanakan sebesar Rp1,3 miliar, hingga kini baru sekitar Rp250 juta yang terealisasi. Meski demikian, kedua pihak sepakat untuk tetap mengoptimalkan persiapan, mulai dari pembinaan atlet hingga pembentukan satuan tugas (satgas) khusus.
Ketua KONI Kota Banjar, Soedrajat Argadireja (Ajat Doglo), menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kerja bersama.
“Keterbatasan anggaran ini bukan alasan untuk menurunkan target. Justru ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih kreatif dan efektif dalam menyusun program,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, akan dibentuk satgas gabungan KONI dan Dispora yang bertugas mengawal seluruh tahapan persiapan. Satgas ini juga akan memastikan setiap cabang olahraga memiliki program pembinaan yang jelas serta agenda try out yang terukur.
“Kalau tidak ada event untuk try out, kita akan dorong pertandingan persahabatan. Yang penting atlet tetap mendapatkan jam terbang,” kata Ajat.
Ia juga menekankan pentingnya fokus pada cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi. KONI memprioritaskan cabor dengan peluang emas, peluang medali, serta yang berpotensi sebagai ajang pembinaan jangka panjang.
Di sisi lain, Dispora menegaskan seluruh cabang olahraga harus tetap menunjukkan keseriusan. Tidak hanya cabang unggulan, tetapi juga cabang non-unggulan diminta untuk all-out dalam menghadapi Porprov.
Saat ini, sebanyak 17 cabang olahraga telah dipastikan lolos Babak Kualifikasi (BK), terdiri dari 15 cabang lolos langsung dan dua cabang melalui jalur wildcard. Jumlah atlet yang dipersiapkan mencapai sekitar 125 orang, dan diproyeksikan total kontingen bisa mencapai 175 orang.
Tahapan persiapan pun telah disusun secara bertahap, dimulai dari pra-kondisi pasca BK, try out, hingga pra kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Selain itu, pelatihan dasar atlet akan digelar pada April hingga Mei, disertai general check up pada Mei hingga Juni.
Ajat Doglo menambahkan, sinergi menjadi kunci utama untuk menutup berbagai keterbatasan yang ada. “Kami minta semua cabor yang lolos BK segera menyusun program pembinaan yang realistis. Satgas akan memverifikasi dan memastikan program berjalan sesuai target,” tegasnya.
Sebagai bentuk penguatan mental dan kebersamaan, juga akan digelar agenda halal bihalal bersama Wali Kota Banjar dan para atlet Porprov. Momentum ini diharapkan dapat menambah motivasi sekaligus memperkuat solidaritas tim.
Dengan segala tantangan yang ada, KONI dan Dispora Kota Banjar optimistis mampu menghadirkan performa terbaik di ajang Porprov 2026. (Johan Wijaya)






