Berita  

FABEM-GMPRI-FWBS Bantu Biaya Operasi Anak Karyawan BUMD Kabupaten Bogor

BOGOR, Lingkar Jabar – Sebanyak tiga organisasi menggalang dana kemanusiaan untuk biaya operasi Muhammad Akbar (1,5 tahun), anak dari Irfan Satria Budi, karyawan PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor.

Dalam waktu kurang dari 24 jam penggalangan dana, seluruh target biaya operasi dan kebutuhan kesehatan anak tersebut berhasil dipenuhi kurang lebih Rp10 juta.

Ketiga organisasi itu adalah Forum Alumni Badan Eksekutif Indonesia (FABEM), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Cabang Bogor, serta Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS).

Aksi soiidaritas ini dilakukan setelah mengetahui penderitaan yang dialami Irfan Satria Budi yang belum menerima gaji sejak Juli 2022 dari PT PPE tempatnya bekerja. Total piutang gaji yang menjadi haknya mencapai Rp179.034.788. Perusahaan plat merah yang didirikan di masa Bupati Bogor Rachmat Yasin ini dinyatakan bangkrut alias pailit pada Desember 2024.

Dampaknya, kondisi ekonomi Irfan yang telah dikaruniai tiga orang anak ini morat-marit. Terlebih sejak anaknya lahir mengidap penyakit jantung dan paru, ia dan istrinya harus bolak-balik berobat ke rumah sakit dengan biaya tidak sedikit.

Rika, istri Irfan, mengungkapkan bahwa keluarganya akan terus berjuang untuk mendapatkan hak suaminya dari PT PPE bersama belasan karyawan lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, utamanya untuk biaya pengobatan anaknya.

“Semua upaya sudah kami lakukan, meminjam uang ke saudara dan teman, tetangga, menjual dan menggadaikan barang-barang yang masih tersisa, hingga terjerat rentenir. Semua itu digunakan untuk biaya pengobatan anak saya agar sembuh serta untuk ongkos bolak-balik memperjuangkan hak suami saya ke PT PPE, ke Gubernur Kang Dedi, ke Jakarta, dan banyak lagi. Namun belum juga ada kejelasan,” ungkapnya yang ditemui di rumahnya, Kampung Ciaul, Sesa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis malam, 16 April 20226.

“Berdasarkan rujukan dari RSUD Ciawi, anak saya harus dioperasi segera ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, saya bingung biaya dari mana. Terima kasih atas bantuan yang diberikan semoga mendapatkan balasan yang setimpal,” lirihnya.

Koordinator FABEM Bogor, Feri, mengatakan bantuan yang terkumpul berasal dari berbagai pihak.

“Bantuan ini bersumber dari keluarga besar forum, para perwira TNI, wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Bogor Selatan, serta tokoh organisasi tingkat nasional dan daerah. Alhamdulillah, kurang dari sehari target donasi untuk anak karyawan PT PPE sudah terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GMPRI Cabang Bogor, Yogi Arianda, mengkritik lambannya penyelesaian hak gaji karyawan PT PPE oleh Pemkab Bogor. Menurutnya, gerakan solidaritas warga berjalan lebih cepat dibanding birokrasi.

“Ini bukti nyata bahwa ketika negara bergerak lambat, masyarakat sipil justru bergerak cepat. Kami tidak menunggu birokrasi karena ada nyawa dan masa depan anak yang dipertaruhkan. Kurang dari 24 jam urusan biaya operasi selesai. Giliran pemerintah daerah yang menuntaskan sisa keadilan yang lain,” tegas Yogi.

Sebelumnya, GMPRI juga menyayangkan Bupati Bogor yang belum menuntaskan permasalahan gaji mantan karyawan BUMD, meskipun telah menjabat satu tahun dan sebelumnya merupakan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Ketua Forum Wartawan Bogor Selatan (FWBS), Acep Mulyana, menyatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada para donatur yang peduli.

Ia pun menegaskan bahwa FWBS akan terus mengawal kasus PT PPE karena menyangkut kerugian negara. “Kami mengapresiasi gerak cepat solidaritas kemanusiaan ini. Tapi jangan berhenti di sini. Kasus PT PPE adalah kasus yang merugikan negara sekaligus menganiaya pekerja. Sebagai insan pers, kami akan terus mengawal persoalan ini secara independen,” katanya (IY)