BOGOR, LingkarJabar – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menggelar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini dipusatkan di Sekretariat BKMT Kampung Citugu, Desa Tugu Jaya, Sabtu (7/2/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua BKMT Kabupaten Bogor, Ketua BKMT Jonggol, Kepala Desa Tugu Jaya, Ketua MUI, perwakilan KUA, tokoh masyarakat, serta seluruh majelis taklim se-Kecamatan Cigombong.
Ketua BKMT Kecamatan Cigombong, Hj. Dedeh Juhriah, menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj menjadi momentum spiritual untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meningkatkan iman dan takwa.
“Mari kita jadikan momentum Isra Miraj 1447 Hijriah ini untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga berharap, di usia BKMT Cigombong yang telah melampaui dua dekade, organisasi tersebut dapat terus berkontribusi dalam syiar Islam, memperkuat keimanan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Di usia yang cukup panjang ini, kami berharap BKMT tetap istiqomah dalam berdakwah, menjadi wadah silaturahmi yang menyejukkan, serta terus berkontribusi dalam membina umat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, H. Samani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota BKMT atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Ia menyoroti program Gasibu yang selama ini dijalankan BKMT sebagai salah satu kegiatan unggulan.
Menurutnya, melalui program Gasibu, BKMT tidak hanya menggelar peringatan hari besar Islam, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti menjenguk anggota yang sakit, membantu keluarga yang berduka, santunan anak yatim, hingga bantuan bagi korban bencana.
“Program Gasibu ini juga menjadi pilot project BKMT di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan BKMT tidak hanya memberikan manfaat bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan bantuan.
Kegiatan peringatan Isra Miraj tersebut ditutup dengan doa bersama dan tausiah yang disampaikan KH Jaenal Muhtadin (Ki Torolong), yang menambah kekhusyukan serta suasana spiritual bagi seluruh jamaah yang hadir. (Riswan Nurdin)






