Berita  

Infrastruktur Banke Tahap II 2025 Desa Cilengsi Molor ke 2026, Ini Penyebabnya

Infrastruktur Banke Tahap II 2025 Desa Cilengsi Molor ke 2026, Ini Penyebabnya. Foto: Ist/LJ

BOGOR, LingkarJabar – Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang kini dikemas dalam skema Bantuan Keuangan (Banke) untuk pembangunan infrastruktur pedesaan masih menyisakan sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya.

Program unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor yang mulai digulirkan sejak 2021 itu kerap menghadapi kendala, khususnya pada proses pencairan anggaran yang dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di setiap desa. Perbedaan kecepatan pengajuan administrasi membuat realisasi pembangunan di lapangan menjadi tidak merata.

Persoalan semakin terlihat pada pencairan dana tahap akhir yang di beberapa desa mengalami keterlambatan, sehingga berdampak langsung pada molornya penyelesaian proyek hingga melewati tahun anggaran.

Salah satunya terjadi di Desa Cilengsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Hingga 22 Januari 2026, realisasi pembangunan infrastruktur dari dana Banke/Samisade Tahap II Tahun 2025 belum juga rampung dikerjakan.

Kepala Desa Cilengsi, Baban, membenarkan bahwa proyek betonisasi jalan dengan panjang sekitar 450 meter, lebar 3 meter, dan ketebalan 0,15 meter, dengan pagu anggaran sebesar Rp400 juta, masih dalam proses pengerjaan.

“Belum selesai karena faktor cuaca. Hari ini kembali diberhentikan. Kemarin dua hari sempat ada hasil sekitar 70 meter, tapi karena cuaca ekstrem, pengerjaan harus dihentikan lagi,” ujar Baban saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, keterlambatan tersebut tidak hanya disebabkan oleh kondisi cuaca yang sering diguyur hujan, tetapi juga terkendala teknis di awal pengerjaan. Saat itu, akses pengangkutan material terganggu akibat adanya pekerjaan pengaspalan Jalan Raya Cibedug.

“Waktu itu hanya sempat mengerjakan sekitar 200 meter karena pengangkutan material sulit. Selain itu, dana Samisade untuk Desa Cilengsi baru turun pada Desember 2025, sehingga waktu pengerjaan menjadi sangat terbatas,” paparnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Cilengsi, Entis. Ia mengakui bahwa hingga kini pekerjaan betonisasi belum sepenuhnya selesai.

“Memang benar, pengerjaan belum rampung karena faktor cuaca. Untuk Desa Cilengsi, pengecoran melibatkan pihak ketiga, pemborong H. Burdah, sementara tenaga kerja berasal dari warga setempat,” jelasnya.

Menurut Entis, keterlambatan realisasi Banke Tahap II tidak hanya terjadi di Desa Cilengsi. Di Kecamatan Ciawi, setidaknya terdapat lima desa yang masih dalam tahap pengerjaan dan belum rampung hingga memasuki tahun 2026.

“Bukan hanya Cilengsi, ada juga Desa Jambuluwuk, Citapen, Banjarsari, dan Bojong Murni yang masih mengerjakan Banke Tahap II,” pungkasnya. (red)