BANJAR, LingkarJabar – Kesempatan langka menghampiri Dapna Zema Wibangga, bocah asal Kota Banjar, yang terpilih menjadi player escort atau maskot pertandingan dalam laga AFC Asian Champions League 2. Zema mendampingi para pemain Persib Bandung saat menghadapi Bangkok United dari Thailand, sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi dirinya.
Zema, putra pasangan Adjat Sudrajat dan Erna, berhasil lolos dari ratusan peserta seleksi anak-anak yang berkesempatan turun langsung ke lapangan bersama pemain profesional. Selama ini, ia hanya menyaksikan para bintang Persib lewat layar televisi.
Dengan wajah penuh semangat, siswa SDN 1 Negeri Banjar itu melangkah ke tengah lapangan sambil menggenggam tangan pemain Persib. Riuh sorak ribuan penonton stadion menjadi saksi langkah kecil Zema yang untuk sesaat berdiri sejajar dengan para pesepak bola idolanya di level internasional.
Kebanggaan tak hanya dirasakan Zema, tetapi juga keluarganya. Sang ayah, Adjat Sudrajat, mengaku terharu melihat putranya mendapatkan pengalaman berharga tersebut.
“Sebagai orang tua tentu kami sangat bangga. Ini pengalaman luar biasa dan tidak semua anak bisa mendapatkannya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Erna, ibu Zema. Ia menuturkan bahwa kecintaan anaknya terhadap sepak bola, khususnya Persib Bandung, sudah terlihat sejak usia dini.
“Zema memang sangat suka sepak bola. Saat tahu dia terpilih menjadi player escort, rasanya seperti mimpi yang jadi kenyataan,” kata Erna.
Keikutsertaan Zema juga membawa kebanggaan tersendiri bagi Kota Banjar. Ia tercatat sebagai satu-satunya anak asal daerah tersebut yang terlibat langsung dalam pertandingan internasional AFC Asian Champions League 2.
Meski perannya terlihat sederhana, menjadi player escort memiliki makna besar bagi anak-anak pencinta sepak bola. Pengalaman mendampingi pemain idola di ajang internasional dapat menjadi sumber motivasi dan inspirasi.
Kisah Zema menjadi bukti bahwa mimpi anak-anak daerah bisa terwujud. Dari Kota Banjar, langkah kecil Zema di panggung sepak bola Asia menjadi simbol harapan dan keberanian untuk terus bermimpi besar. (Johan Wijaya)






