Berita  

Jelang Ramadan, Yayasan Sarana Berbagi Perkuat Kolaborasi Berkelanjutan

Jelang Ramadan, Yayasan Sarana Berbagi Perkuat Kolaborasi Berkelanjutan

BANDUNG (LJ) – Yayasan Sarana Berbagi terus memperkuat perannya sebagai lembaga sosial yang konsisten menghadirkan program pendidikan, keagamaan, dan kemanusiaan secara berkelanjutan di berbagai wilayah Jawa Barat. Melalui sejumlah program strategis, yayasan ini menjembatani kepedulian publik dengan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di sektor pendidikan Islam dan kesejahteraan sosial.

Sepanjang 2024–2025, Sarana Berbagi aktif menjalankan Program Berbagi Al-Qur’an, bantuan pangan, program Ramadhan, hingga renovasi masjid. Program-program tersebut menyasar sekolah Islam, madrasah, panti asuhan, pesantren, hingga komunitas masyarakat rentan yang membutuhkan dukungan nyata.

Salah satu fokus utama adalah penyaluran mushaf Al-Qur’an ke lembaga pendidikan Islam yang memiliki keterbatasan sarana. Di antaranya, kerja sama dengan SIT Qordova Rancaekek, DTA Darul Hikam, Panti Asuhan Hikmatun Ayat, Panti Asuhan Al Aqwam, serta Madrasah Nurul Ulum Garut. Total ratusan mushaf Al-Qur’an telah disalurkan untuk menunjang pembelajaran tahfidz, tilawah, dan pendidikan karakter Islami.

Selain itu, Sarana Berbagi juga menggandeng unsur mahasiswa melalui kolaborasi dengan DEMA FEBI UIN Bandung, HMJ Ekonomi Syariah, serta mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kolaborasi ini memperluas jangkauan program sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat.

Pembina Yayasan Sarana Berbagi, DR (C) Erni Furwanti, M.Pd, menegaskan bahwa pendidikan dan kemanusiaan harus berjalan beriringan.

“Kami tidak ingin hanya hadir sesaat. Program-program Sarana Berbagi dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan, khususnya pendidikan Al-Qur’an dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Menurut Erni, banyak lembaga pendidikan Islam yang masih menghadapi keterbatasan mushaf layak pakai. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas pembelajaran santri.

“Ketika anak-anak harus bergantian membaca Al-Qur’an karena keterbatasan mushaf, di situlah negara dan masyarakat sipil perlu hadir bersama,” katanya.

Di bidang sosial kemanusiaan, Sarana Berbagi menjalankan Program Berdaya Beras yang menyasar pasien kanker dan keluarga dampingan Yayasan Pejuang Kanker Ambu di Kota Bandung. Program ini membantu menjaga ketahanan pangan keluarga agar tetap fokus pada proses pemulihan kesehatan.

Pada momentum Ramadhan tahun lalu misalnya, Sarana Berbagi juga menyalurkan ratusan paket takjil ke panti asuhan, salah satunya di Panti Asuhan Insan Kamil Arcamanik, melalui kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Syariah dan Bisnis Islam UIN Bandung.

“Program Ramadan menjadi bagian dari agenda rutin yayasan. Insyaallah tahun ini akan semakin semarak, kami ingin memperluas manfaat Ramadan,’” katanya.

Tak hanya itu, Sarana Berbagi turut merealisasikan Program Renovasi Masjid Palopor yang kini berganti nama menjadi Masjid Annaba. Renovasi dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan umat.

Erni menambahkan, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat pendidikan, persatuan, dan penguatan nilai-nilai sosial,” tuturnya.

Yayasan Sarana Berbagi berdiri sejak 2016 dan telah memiliki legalitas resmi, di antaranya SK Kemenkumham AHU-0000643.AH.01.05 Tahun 2016, serta terdaftar di instansi terkait. Seluruh program dijalankan dengan prinsip amanah, transparan, dan akuntabel.

Dengan dukungan platform digital saranaberbagi.or.id, yayasan ini membuka ruang partisipasi publik untuk terlibat dalam berbagai program kebaikan. Ke depan, Sarana Berbagi berkomitmen memperluas kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.