Berita  

Aep Saeful Hijbi Nahkodai PAN Kota Banjar, Fokus Kaderisasi dan Konsolidasi

Aef Saeful Hijbi Nahkodai PAN Kota Banjar, Fokus Kaderisasi dan Konsolidasi. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Banjar resmi memasuki fase kepemimpinan baru setelah Aep Saeful Hijbi terpilih sebagai ketua untuk periode 2025–2030. Aep terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 PAN Kota Banjar yang digelar di salah satu rumah makan di Kota Banjar, Jawa Barat.

Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa PAN Kota Banjar semakin solid secara organisasi, sekaligus meningkatkan daya saing politik di tingkat lokal. Konsolidasi internal dan penguatan struktur partai menjadi agenda penting dalam menghadapi dinamika politik daerah yang kian kompetitif.

Aep Saeful Hijbi yang dikenal sebagai mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dinilai membawa energi dan warna baru bagi PAN Kota Banjar. Pengalamannya di dunia organisasi dan kewirausahaan disebut menjadi modal strategis dalam membangun manajemen partai yang profesional, efektif, serta adaptif terhadap perubahan.

Aep menyatakan optimisme terhadap masa depan PAN Kota Banjar seiring menguatnya jejaring partai, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, posisi PAN sebagai bagian dari kekuatan politik nasional, ditambah arahan langsung dari Ketua Umum PAN, menjadi modal penting untuk membesarkan partai di daerah.

“Dengan jaringan yang panjang dan semakin kuat saat ini, serta arahan dari Ketua Umum, PAN harus besar secara nasional. Mudah-mudahan di Kota Banjar kita juga bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Aep kepada awak media usai kegiatan Musda, Minggu (21/12/2025).

Kepengurusan baru PAN Kota Banjar turut diperkuat dengan bergabungnya Geri Garyadina Mauluddin, seorang akademisi dengan rekam jejak di bidang kajian dan pemikiran strategis. Kehadiran Geri diharapkan dapat memperkuat arah kebijakan partai berbasis gagasan, analisis ilmiah, serta peningkatan kualitas sumber daya kader.

Duet Aep dan Geri dipandang sebagai kombinasi yang saling melengkapi. Aep membawa pengalaman lapangan dan jejaring yang luas, sementara Geri diharapkan memperkaya strategi partai melalui pendekatan akademik yang sistematis dan rasional.

Usai terpilih, Aep menegaskan bahwa penguatan kaderisasi menjadi prioritas utama kepemimpinannya. Ia menilai PAN Kota Banjar harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Kaderisasi adalah fondasi utama. Ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan proses berkelanjutan untuk membentuk kader yang siap bekerja dan hadir memberi solusi nyata di tengah masyarakat,” katanya.

Menghadapi pemilihan legislatif mendatang, Aep menargetkan transformasi PAN Kota Banjar menjadi partai kader yang kuat dan berkelanjutan. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan perolehan kursi di DPRD sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap PAN.

“PAN akan bertransformasi menjadi partai kader. Kita siapkan kader-kader yang potensial dan siap maju di legislatif. Pada akhirnya, mereka harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Banjar,” tegasnya.

Di tengah persaingan politik lokal yang semakin ketat, kepemimpinan Aep Saeful Hijbi bersama jajaran pengurus baru menjadi ujian sekaligus momentum bagi PAN Kota Banjar untuk keluar dari zona nyaman dan tampil sebagai kekuatan politik yang lebih diperhitungkan. (Johan Wijaya)