BANDUNG, LingkarJabar — Martasandy Group bekerja sama dengan PMII Rayon Psikologi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Seminar Orientasi Profesi Psikologi di Auditorium Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung. Kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang karier lulusan psikologi, khususnya di bidang Human Resources (HR) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Seminar menghadirkan Muhammad Rizky Romadhon, S.Psi., selaku Head of Human Resources Martasandy Group, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Rizky menegaskan bahwa psikologi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan SDM di era industri modern yang semakin kompetitif dan dinamis.
“Lulusan psikologi memiliki keunggulan dalam memahami perilaku manusia, pengambilan keputusan, hingga pengelolaan emosi di lingkungan kerja. Kompetensi ini sangat dibutuhkan dalam fungsi HR, mulai dari rekrutmen, seleksi, pengembangan karyawan, hingga pembentukan budaya kerja yang sehat,” ujar Rizky.
Materi seminar mencakup orientasi profesi HR, penerapan teori psikologi dalam rekrutmen dan seleksi berbasis kompetensi, serta peran psikologi dalam pengembangan SDM, desain pelatihan, dan evaluasi kinerja. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai peningkatan motivasi kerja, manajemen talenta, serta penciptaan lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan.
Rizky juga menyoroti pentingnya etika profesional dan kode etik psikologi dalam praktik HR, khususnya dalam menjaga objektivitas, integritas, serta perlindungan data pribadi karyawan. Mahasiswa didorong untuk mulai merencanakan karier sejak dini, termasuk membangun portofolio profesional dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Untuk memperkuat pemahaman, seminar dilengkapi dengan sesi simulasi dan studi kasus, seperti analisis jabatan, wawancara berbasis kompetensi, serta perancangan program pengembangan karyawan. Kegiatan ditutup dengan pembahasan transformasi HR di era digital, termasuk pemanfaatan People Analytics, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen, serta tantangan menjaga kesejahteraan psikologis karyawan di tengah tren kerja hybrid.
Dalam kesempatan tersebut, Rizky juga memperkenalkan PT Martasandy Psychology Indonesia, unit usaha di bawah naungan Martasandy Group yang bergerak di bidang pengembangan SDM. Perusahaan ini fokus pada asesmen psikologi, pelatihan mental, pengembangan karakter, serta pendampingan psikologis bagi calon aparatur negara, Akademi TNI, AKPOL, dan berbagai sekolah kedinasan.
Sementara itu, CEO Martasandy Group, Billy Martasandy, menilai kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi dunia industri dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi antara kampus dan industri menjadi kunci dalam mencetak SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
“Melalui forum seperti ini, kami ingin berbagi pengalaman praktis industri dan membuka perspektif mahasiswa bahwa peluang karier lulusan psikologi sangat luas, baik di bidang HR, asesmen, maupun pengembangan SDM strategis,” kata Billy.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa psikologi dalam memasuki dunia kerja serta mendorong lahirnya profesional psikologi yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan nasional. (*)






