Berita  

Uang Rakyat Rp60 Miliar Lebih Dipertaruhkan, Siapa Tersangka Kasus Jembatan Pamuruyan?

SUKABUMI, Lingkar Jabar — Pekerjaan lanjutan duplikasi Jembatan Cipamuruyan (Pamuruyan), Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kembali berjalan pada 2026 setelah mangkrak sejak 2022. Namun dimulainya kembali proyek yang sempat terseret dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) ini justru memantik pertanyaan publik: bagaimana kelanjutan penyidikan yang ditangani Polda Jawa Barat?

Hingga kini, penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar belum mengumumkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan duplikasi Jembatan Pamuruyan yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2022. Padahal, laporan telah masuk sejak 2024 dan proses telah naik ke tahap penyidikan.

Publik terperanjat ketika proyek yang sama kembali digulirkan melalui alokasi APBN TA 2025, sementara proses hukum belum menunjukkan kepastian. Situasi ini memunculkan kekhawatiran soal potensi bias perhitungan kerugian negara dan akuntabilitas pelaksanaan proyek lanjutan.

Jurnalis senior, Ir. Jaya Taruna, mengingatkan kembali potensi hukum dan administratif, terkait situasi ini.
“Secara hukum memang proyek yang sedang dalam penyidikan tipikor tidak otomatis dihentikan, terlebih belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht). Sehingga kita harus tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun jelas ada konsekuensinya,” ungkap Ketua Aliansi Jurnalis Sukabumi (AJi-Su) ini, Rabu (4/2).

Konsekuensi yang dimaksud ialah risiko hukum dan administratif, seperti bias penghitungan kerugian keuangan negara jika pekerjaan duplikasi Jembatan Pamuruyan dilanjutkan, sementara proses penyidikan masih berjalan. Selain itu, tidak tertutup kemungkinan muncul potensi korupsi baru dan manipulasi bukti.

“Karena umumnya, penyidikan kasus korupsi jasa konstruksi memerlukan audit kerugian negara oleh BPK/BPKP. Sehingga jika proyek dikerjakan saat penyidikan belum selesai, dikhawatirkan dapat merubah nilai kerugian negara yang akan mempengaruhi kepastian hukum,” tandas Ketua FPII Jabar ini.

Jaya juga mendesak agar penyidik segera mengumumkan tersangka dalam perkara ini.

“Jangan sampai pekerjaan jembatan mangkrak, penyidikan juga ikut mangkrak, padahal laporan masuk sudah sejak 2024. Pada tahun sebelumnya setidaknya sudah ± Rp60 miliar uang negara yang masuk untuk urusan Jembatan Pamuruyan ini, mulai dari pembebasan lahan, perawatan, hingga pembangunan duplikasi jembatan, hasilnya malah berujung korupsi. Kemudian mogok, dan di akhir tahun 2025 masuk lagi sekitar Rp8 miliar lebih, untuk perawatan dan penggantian (duplikasi) jembatan. Ingat, penyidikan bukan lagi soal pulbaket, penyidik pasti sudah mengantongi bukti bahwa peristiwa tersebut adalah tindak pidana. Maka, segera publikasikan siapa tersangkanya, publik menanti kinerja penyidik Polda Jabar,” tegasnya.

Berdasarkan informasi, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Ditjen Bina Marga lewat BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Satker PJN II Jabar, mengalokasikan anggaran APBN TA 2025 untuk Paket Lanjutan Penggantian Jembatan Cipamuruyan senilai Rp6.196.234.113,00. Kontrak diteken pada 22 Desember 2025 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Lumbung Pinayung Risqi dengan konsultan supervisi PT Indec Internusa, PT Jasa Mitra Manunggal, dan PT Nusa Dinamika Solusinya (KSO).

Sebelumnya, pada 17 November 2025, diterbitkan pula paket Preservasi Perbaikan Jembatan Cipamuruyan Existing (perawatan jembatan lama) senilai Rp2.014.650.218,00 dengan masa pelaksanaan 45 hari kalender. Penyedia jasa dalam proyek ini adalah CV Hikarana Utama dengan konsultan supervisi PT Indec Internusa dan PT Seecons (KSO).

Dimulainya kembali proyek ini, sementara perkara lama belum tuntas, memunculkan pertanyaan soal evaluasi internal, khususnya fungsi pengawasan proyek.

Salah seorang warga Kabupaten Sukabumi, Lambang Indra, menyampaikan kekecewaannya.
“Kita ketahui, proyek jembatan ini sebelumnya sempat bermasalah hingga mangkrak, bahkan hingga kini masih dalam proses penyidikan Polda Jawa Barat, dengan dugaan kerugian negara mencapai miliaran rupiah. ‎Kasus ini seharusnya menjadi pelajaran penting dalam tata kelola proyek infrastruktur, khususnya terkait fungsi pengawasan. Lemahnya pengawasan pada tahap awal pembangunan diduga menjadi salah satu faktor utama terjadinya kegagalan proyek, yang pada akhirnya merugikan keuangan negara dan menghambat kepentingan masyarakat,” kata Indra.

Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan dalam proyek bernilai besar bukan persoalan sepele.
“Saya sebagai masyarakat Kabupaten Sukabumi tentu saja berharap dan mengapresiasi pekerjaan lanjutan pembangunan duplikasi Jembatan Cipamuruyan ini. Namun harus benar-benar diawasi secara ketat, profesional dan transparan,” katanya.

Kasus ini kini berada di persimpangan krusial: proyek kembali berjalan, anggaran baru telah digelontorkan, sementara penyidikan belum mengumumkan pihak yang bertanggung jawab. Publik Sukabumi menanti dua hal sekaligus jembatan yang benar-benar tuntas dan kepastian hukum yang tidak ikut mangkrak. (Wahidin)

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?