PANGANDARAN, LingkarJabar – Kondisi arus lalu lintas di ruas jalan raya Parigi menuju Selasari-Cigugur lumpuh total selama 9 jam lebih. Hal ini terjadi lantaran adanya truk tronton bermuatan puluhan ton tiang beton dengan nomor polisi AB 8131 NA terperosok dan menyebabkan badan jalan ambles di Jalan Raya Parigi, tepatnya di Dusun Sidahurip RT 06 RW 05 Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu 15 Oktober 2025 sore.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di kedua arah terpaksa dialihkan karena jalan tertutup badan truk dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 02.30 WIB dinihari.
Truk yang dikemudikan Joko Ariyanto, warga Temanggung itu diketahui membawa sekitar 40 ton tiang beton yang sedianya akan dikirim ke Desa Cintakarya, Pangandaran, untuk keperluan pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Pangandaran. Namun, truk tersebut terperosok setelah sopir diduga tidak menguasai medan jalan yang sempit dan tidak layak dilalui kendaraan berat.
“Saya baru pertama kali lewat sini, tidak tahu kalau jalannya sempit dan tidak kuat menahan beban truk besar,” ujarnya kepada lingkarjabar.com di lokasi kejadian, Rabu 15 Oktober 2025 malam.
Joko mengaku, perjalanan dari ruas jalan utama Parigi menuju ke lokasi proyek di Cintakarya mendapatkan pengawalan dari warga setempat.
“Ada yang ngawal dari warga sekitar, namun di pertengahan jalan mobil yang saya kemudikan amblas lantaran lokasi jalan yang sempit juga menikung tajam. truk yang membawa beton kebetulan dua truk,” ucapnya.
Dari pantauan dilapangan, proses evakuasi truk tronton menggunakan dua mobil derek berlangsung dari pukul 19.00 WIB sampai pukul 02.30 WIB. Itu pun muatan beton dialihkan menggunakan truk berukuran lebih kecil agar pengiriman tetap bisa dilanjutkan dan mobil yang amblas bisa di evakuasi.
Sementara itu, salah seorang pengendara yang terjebak macet, Udin berharap truk segera dievakuasi agar arus lalu lintas di jalur tersebut kembali normal.
“Kalau lihat status jalan jelas ini gak boleh dilintasi oleh kendaraan berukuran panjang, apalagi ini tonasenya sampai 40 ton,” cetusnya.
Menurut dia, adapun memaksakan demi kelancaran pembangunan, seharusnya pihak pengusaha harus lebih mengutamakan keselamatan baik untuk pengendara yang membawa muatan beton maupun pengendara lainnya.
“Kalau sudah terjadi seperti ini yang rugi bukan hanya pengusaha proyek, warga pun terkena dampak lantaran tidak bisa melintas dan harus memilih jalur alternatif yang jaraknya tambah jauh,” kesalnya.






